Komisi XIII DPR Sita Alat Gym dan Minuman Mahal dari Rumah Dinas Lapas Cibinong
Geger sidak Komisi XIII DPR di rumah dinas Lapas Cibinong temukan minuman mahal, alat gym, hingga CCTV bodong. Rieke Diah Pitaloka pertanyakan gaji pejabat.

Ringkasan Berita:
- Komisi XIII DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah dinas pejabat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cibinong, Bogor, pada Rabu (30/9).
- Tim menemukan dan menyita sejumlah fasilitas mewah yang tak wajar, mulai dari alat gym, meja ping-pong, hingga berbagai botol minuman mahal.
- Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti temuan cangkang CCTV kosong serta mempertanyakan asal-usul dana pembelian barang mewah tersebut mengingat standar gaji pejabat lapas.
BOGOR – Anggota Komisi XIII DPR RI melakukan investigasi dan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas rumah dinas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Cibinong, Bogor, pada Rabu (30/9).
Inspeksi ini mengungkap sejumlah temuan mengejutkan yang memicu tanda tanya besar terkait tata kelola dan integritas pejabat di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kegiatan pengawasan tersebut, tim dari Senayan menemukan dan menyita sejumlah barang mewah yang berada di dalam ruangan rumah dinas. Fasilitas tersebut dinilai tidak sesuai dengan peruntukannya.
Beberapa barang yang diamankan meliputi kulkas berukuran besar, meja, alat gym lengkap, meja ping-pong, hingga berbagai jenis minuman mahal.
Selain itu, ditemukan pula beberapa perlengkapan kamar mandi dan dapur yang tergolong mewah.
Selain fasilitas mewah, kejanggalan lain yang menjadi sorotan utama rombongan sidak adalah sistem keamanan di sekitar area rumah dinas.
Tim menemukan adanya cangkang CCTV yang terpasang di setiap sudut depan rumah dinas. Namun anehnya, tidak ada satu pun kamera yang terpasang di dalam cangkang tersebut.
Hal ini memunculkan dugaan adanya upaya kesengajaan untuk menutupi aktivitas janggal atau mencegah terekamnya siapa saja yang keluar-masuk membawa barang-barang ke fasilitas negara tersebut.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, yang turut hadir dalam sidak, menyatakan bahwa temuan deretan fasilitas ini masih dalam tahap pendalaman.
“Ini masih dalam penyelidikan pihak inspektorat ya. Hati-hati dalam mengeluarkan maupun menyikapi barang-barang temuan ini yaa,” ujar Rieke saat diwawancarai oleh awak media di lokasi kejadian.
Politisi yang akrab disapa Rieke ini tak bisa menyembunyikan keheranannya saat melihat deretan botol minuman berharga fantastis yang tersimpan di dalam rumah dinas tersebut. Ia secara terbuka mempertanyakan dari mana sumber dana pejabat lapas untuk membeli barang-barang tersebut.
“Ini apa juga minuman mahal ini. Mana mungkin kalau rumah dinas pejabat lapas bisa beli ini. Emang gajihnya seberapa?” tandas Rieke dengan nada tegas.
Untuk mengamankan barang bukti, seluruh barang sitaan dari rumah dinas Lapas Cibinong tersebut langsung diangkut dari lokasi. Terpantau, barang-barang itu dibawa menggunakan beberapa truk berwarna kuning untuk diserahkan ke pihak inspektorat demi proses penyelidikan lebih lanjut.
Sebagai langkah mitigasi ke depan, Rieke menekankan perlunya pembenahan sistemik di lingkungan pemasyarakatan. Baginya, sangat penting kedaulatan data dan ekosistem digital dipadukan secara maksimal.
Digitalisasi pengawasan dan transparansi data diharapkan mampu mempersempit ruang gerak oknum yang menyalahgunakan wewenang, sehingga kejadian serupa, baik berupa dugaan penerimaan gratifikasi maupun penyalahgunaan fasilitas negara, tidak terulang kembali di masa mendatang.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



