Bongkar Upaya Tutupi Jejak di Lapas Cibinong, Yanuar : Semakin Memperkuat Dugaan Kebohongan
Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arief Wibowo (PKS) temukan upaya tutup jejak di Lapas Cibinong. Ruangan disulap kosong, tapi sisa miras dan fasilitas mewah terungkap.

Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Yanuar Arief Wibowo, membongkar kejanggalan saat sidak di Lapas Kelas IIA Cibinong dengan mendapati sebuah ruangan yang mendadak kosong dan sepi.
- Yanuar mempertanyakan hilangnya sejumlah barang bukti, termasuk foto sosok "Pak Jimmy", yang sebelumnya masih terpajang saat Ombudsman melakukan pengawasan.
- Meski fasilitas seperti AC telah dicopot, Yanuar masih menemukan perabotan mewah seperti TV berukuran besar, sofa, hingga kulkas berisi minuman keras, yang jauh berbeda dengan fasilitas pejabat lapas lainnya.
BOGOR – Inspeksi mendadak (sidak) Komisi XIII DPR RI ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali mengungkap temuan mengejutkan.
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Yanuar Arief Wibowo, menyoroti adanya dugaan kuat rekayasa dan penghilangan jejak di salah satu ruangan yang dicurigai menjadi tempat penyalahgunaan wewenang.
Saat tiba di lokasi, Yanuar mendapati kondisi ruangan tersebut telah banyak diubah dan dalam keadaan kosong.
Ia secara langsung membandingkan kondisi ruangan saat itu dengan laporan pada kunjungan-kunjungan pengawasan sebelumnya.
"Apa yang waktu Pak Menteri datang ke sini kan berbeda. Dengan waktu Ombudsman datang ke sini, ini masih ada figurnya Pak Jimmy, Mas Jim. Nah, ini ke mana ini?" ungkap Yanuar Arief Wibowo dengan nada penuh tanya saat meninjau lokasi, Rabu (30/09/2026).
Ia menilai lenyapnya barang-barang tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, hal tersebut justru menjadi indikasi kuat adanya upaya sistematis untuk menutupi fakta sebenarnya dari rombongan dewan.
"Semakin memperkuat dugaan kebohongan ya. Biar masyarakat bisa menilai," tegas politisi PKS tersebut.
AC Lenyap, Sisa Kemewahan dan Miras Ditemukan
Upaya pengosongan ruangan itu terlihat dari beberapa barang yang sengaja dicopot sesaat sebelum rombongan tiba.
Yanuar menyebutkan bahwa ruangan itu sudah terlihat sepi dan unit pendingin ruangan (AC) sudah tidak ada.
Namun, meski sudah diupayakan untuk dibersihkan, sisa-sisa fasilitas tak wajar masih tertinggal jelas di dalam ruangan tersebut.
"Sudah sepi, sudah kosong. AC-nya nggak ada," bebernya. "Tapi kalau melihat fasilitas, ada TV yang sangat besar, lemari, ada sofa, layaknya tidak pantas ada di rumah dinas seperti ini," lanjut Yanuar merinci temuan perabotan mewah yang masih tersisa.
Tak hanya ruang utama yang disorot, area belakang seperti dapur dan kamar mandi juga didapati sangat bagus dan mewah, jauh dari standar fasilitas lapas pada umumnya.
Puncak dari temuan janggal tersebut adalah ketika tim memeriksa sebuah mesin pendingin di dalam ruangan itu.
Yanuar secara terang-terangan membeberkan adanya temuan minuman beralkohol di dalam fasilitas milik negara tersebut.
"Ada kulkas besar, ada minuman kerasnya," ungkapnya merinci temuan tersebut.
Ketimpangan fasilitas ini semakin nyata saat Yanuar membandingkannya dengan ruangan operasional pejabat lapas yang sesungguhnya.
"Tadi saya ke tempatnya Kasi, KPLP, jauh berbeda, jauh berbeda," pungkas Yanuar Arief Wibowo membandingkan.
Rentetan temuan barang mewah dan upaya penghilangan jejak ini akan menjadi catatan penting bagi Komisi XIII DPR RI dalam mengusut tuntas skandal penyalahgunaan fasilitas dan wewenang di Lapas Cibinong.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



