Nasional

Peringatan HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo: Penyelundupan Ancam Kedaulatan dan Masa Depan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto peringatkan ancaman penyelundupan kekayaan alam dan narkotika bagi kedaulatan bangsa dalam amanatnya di peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap.

Peringatan HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo: Penyelundupan Ancam Kedaulatan dan Masa Depan Bangsa
Foto: Peringatan HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo: Penyelundupan Ancam Kedaulatan dan Masa Depan Bangsa. (Sumber : Tangkapan Layar Youtube Puspen TNI)

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas memperingatkan bahwa praktik penyelundupan saat ini menjadi salah satu ancaman paling nyata bagi bangsa Indonesia. 

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin (5/10/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti bagaimana arus keluar-masuk barang ilegal dapat menghancurkan fondasi kesejahteraan dan kedaulatan negara, serta meminta TNI untuk senantiasa adaptif dalam menjaga aset bangsa.

Presiden Prabowo membagi ancaman penyelundupan ini ke dalam dua dimensi besar yang sama-sama merugikan negara. 

Pertama, penyelundupan kekayaan alam Indonesia ke luar negeri secara ilegal. Menurutnya, praktik pencurian aset negara ini adalah bentuk perampasan kedaulatan.

"Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita," tegas Prabowo di hadapan para prajurit TNI.

Kedua, masuknya barang terlarang, khususnya narkotika, dari luar ke dalam negeri. Penyelundupan narkotika dinilai bukan hanya sebagai pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman serius yang bisa menghancurkan kelangsungan hidup dan masa depan generasi muda masyarakat Indonesia.

Menghadapi berbagai ancaman kedaulatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa tujuan utama dari pembangunan postur TNI yang kuat adalah untuk tiga hal fundamental menjaga rakyat, melindungi wilayah, dan mengamankan kekayaan Indonesia.

Pengamanan kekayaan negara dinilai sangat esensial untuk memastikan seluruh aset bangsa dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan rakyat.

"Kita ingin selalu menjaga rakyat kita. Kita ingin selalu menjaga wilayah kita. Kita ingin selalu menjaga kekayaan kita," ujar mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Menurut Presiden, kehadiran TNI yang kuat sangat dibutuhkan tidak hanya untuk pertahanan teritorial, tetapi juga untuk mendukung visi besar pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan. 

Kekuatan militer yang solid akan menjamin stabilitas yang mutlak dibutuhkan untuk menjamin masa depan generasi penerus bangsa.

Pesan Khusus untuk Prajurit: TNI Lahir dari Rakyat

Di momentum HUT ke-81 TNI ini, Presiden Prabowo juga kembali mengingatkan akar sejarah terbentuknya institusi militer Indonesia. 

Ia memaparkan bahwa TNI adalah tentara pejuang yang lahir dan tumbuh dari rahim perjuangan rakyat—bahkan telah berdiri kokoh membela kemerdekaan jauh sebelum negara memiliki kemampuan finansial atau anggaran operasional.

Oleh karena itu, ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh prajurit dari berbagai matra agar mendedikasikan seluruh kekuatannya untuk melindungi rakyat. 

Prabowo meminta agar TNI tidak pernah membuat jarak dengan masyarakat sipil dan harus selalu sigap hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan.

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.