Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Minta Pemda Sidak Dapur Jam 2 Pagi
Kepala BGN Sudaryono meminta Pemda melakukan sidak dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada jam 2 pagi. Petugas yang melanggar SOP siap dipecat.

Ringkasan Berita:
- Kepala BGN, Sudaryono, meminta seluruh kepala daerah (Bupati/Wali Kota) untuk rutin melakukan sidak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada pukul 2 hingga 3 pagi guna mengecek kebersihan.
- BGN mewajibkan presensi Zoom pukul 02.00 dini hari bagi para kepala dapur. Jika terbukti melanggar SOP higienitas (seperti memotong sayur di lantai), kepala dapur tersebut akan langsung dipecat.
- Saat ini terdapat 27.022 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia. Ke depannya, program MBG akan difokuskan untuk berekspansi ke wilayah dengan tingkat stunting tinggi seperti Kalimantan dan Bali.
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini krusial guna memastikan keamanan, kebersihan, dan kelayakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Sudaryono saat meresmikan 480 titik SPPG yang tersebar di wilayah terdepan, tertinggal, terluar (3T), yang dipusatkan pelaksanaannya di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026).
"Bupati, wali kota, dan pemerintah daerah (pemda) kami mohon untuk inspeksi SPPG. Kalau bisa jam 2 atau jam 3 pagi, bawa daftar check-list apa saja yang harus ada dan tidak ada. Kami minta kebersihan dan kedisiplinannya disidak langsung," tegas Sudaryono secara daring dari Jakarta.
Demi menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi anak-anak, BGN menerapkan standar kedisiplinan tingkat tinggi.
Sudaryono telah memberlakukan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh kepala dapur atau kepala SPPG untuk hadir dan memimpin timnya sejak pukul 02.00 dini hari.
Untuk memastikan kehadiran tersebut, BGN pusat memantau presensi para kepala dapur melalui platform Zoom secara real-time ke 27.022 dapur MBG di seluruh Indonesia.
Sudaryono tak segan menjatuhkan sanksi pemecatan bagi petugas yang tidak mengindahkan Standar Operasional Prosedur (SOP) higienitas.
"Kepala SPPG yang tidak sungguh-sungguh, siap-siap saya pecat kalau tidak menjalankan SOP. Mohon maaf, ini karena kesehatan dan nyawa orang sangat berharga daripada saya harus mempertahankan satu orang," tegasnya.
Ia mencontohkan, hal-hal teknis seperti penggunaan sarung tangan, pemberian label batas waktu maksimal makanan dikonsumsi, hingga larangan memotong sayuran di lantai, harus dipatuhi secara mutlak.
Saat ini, tercatat puluhan ribu dapur MBG telah beroperasi secara masif. Peresmian 480 SPPG di Takalar ini menjadi fokus pemerintah untuk menyentuh anak-anak di wilayah timur Indonesia.
Sudaryono memastikan, jangkauan program ini akan terus diperluas untuk menekan angka kurang gizi di berbagai daerah.
"Minggu depan kami akan buka di wilayah Kalimantan, Bali, dan tempat-tempat lain yang angka stunting-nya masih tinggi serta sangat membutuhkan MBG," pungkasnya.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



