Nasional

Dukung Gizi Anak dan Ekonomi Nelayan, Badan Gizi Nasional Siap Serap Ikan Lokal untuk Menu MBG

BGN siap serap ikan lokal untuk menu Makan Bergizi Gratis. Langkah ini penuhi gizi anak dan jadi offtaker demi kesejahteraan nelayan.

Dukung Gizi Anak dan Ekonomi Nelayan, Badan Gizi Nasional Siap Serap Ikan Lokal untuk Menu MBG
Foto: Dukung Gizi Anak dan Ekonomi Nelayan, Badan Gizi Nasional Siap Serap Ikan Lokal untuk Menu MBG. (Sumber : Antara).

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menyerap hasil perikanan lokal sebagai salah satu komponen utama dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Langkah ini diambil guna memastikan ketercukupan gizi masyarakat sekaligus memberikan jaminan kepastian pasar bagi para nelayan dan pembudidaya ikan di seluruh Indonesia.

Keputusan memasukkan produk perikanan ke dalam skema MBG didasari oleh tingginya kandungan gizi serta melimpahnya potensi laut nasional. 

BGN menilai asupan protein hewani dari ikan sangat efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah angka stunting.

"Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat kaya akan nutrisi dan Omega-3. Kami berkomitmen menjadikan komoditas perikanan lokal sebagai bagian penting dari variasi menu bulanan program Makan Bergizi Gratis," tegas Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Selain berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui, penyerapan komoditas ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha budidaya.

"Melalui penyerapan langsung ini, BGN ingin hadir tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi offtaker yang menjamin kepastian pasar serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan pembudidaya ikan lokal," lanjut pria yang akrab disapa Mas Dar.

Ia mengatakan, untuk menjaga kualitas bahan baku dan kelancaran distribusi, BGN menjalin sinergi erat dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta dinas-dinas daerah terkait penyediaan sarana rantai dingin (cold chain) hingga ke satuan dapur pelayanan gizi.

"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan KKP dan pemerintah daerah agar pasokan ikan segar dapat terdistribusi secara konsisten dan memenuhi standar keamanan pangan di setiap dapur pelayanan," pungkasnya.

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.