Kunjungi BKN Bahas Talenta ASN, Menko Infrastruktur AHY Bangga Pakai Mobil Maung
Menko Infrastruktur AHY mengunjungi BKN untuk membahas manajemen talenta dan integritas ASN, sekaligus membagikan kebanggaannya menggunakan mobil dinas Maung Pindad.

Ringkasan Berita:
- Menko Infrastruktur AHY mengunjungi BKN untuk berkolaborasi menerapkan sistem manajemen talenta guna menciptakan aparatur negara yang berkompetensi, berintegritas, dan berdampak positif bagi masyarakat.
- Pemetaan pegawai menggunakan sistem 9-box talent management untuk menilai potensi dan performa, di mana integritas menjadi "harga mati" bagi ASN yang ingin menduduki jabatan strategis.
- Di luar isu ASN, AHY juga mengungkapkan kebanggaannya menggunakan mobil operasional Maung buatan PT Pindad, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan kemandirian industri otomotif Indonesia.
JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menunjukkan komitmen serius dalam membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
Pada Selasa (6/10/2026), Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara langsung menyambangi kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperkuat sinergi antarinstitusi.
Kunjungan AHY tersebut disambut hangat oleh Kepala BKN, Zudan Arief Fakrulloh, beserta jajaran deputi.
Agenda utama pertemuan strategis ini adalah membahas penerapan sistem manajemen talenta guna menciptakan aparatur sipil negara (ASN) yang bersih, efektif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Menko AHY menekankan bahwa pengembangan kompetensi ASN harus dilakukan secara komprehensif.
Upaya ini sangat penting untuk memastikan kinerja dan pelayanan publik di lapangan terus mengalami peningkatan.
"Karena melalui pembangunan SDM, baik itu pendidikan, pelatihan, coaching, mentoring, penugasan termasuk juga tour of area dan tour of duty, ini diharapkan dapat mengisi kapasitas diri," jelas AHY di hadapan awak media.
Dalam penerapannya, Kemenko Infrastruktur dan BKN sepakat untuk menggunakan pemetaan 9-box talent management.
Model ini berfungsi untuk mencari arsiran yang pas antara potensi dan performa seorang pegawai agar penempatan birokrasi bisa lebih tepat sasaran.
"Ada yang potensinya baik tapi performanya kurang, artinya masih bisa kita genjot kinerjanya agar lebih produktif lagi," papar Menko AHY.
Kepala BKN, Zudan Arief Fakrulloh, sangat mengapresiasi dukungan nyata dari Kemenko Infrastruktur.
Ia memastikan bahwa dengan sistem ini, pemerintah telah memiliki basis data talenta terbaik dari berbagai eselon sehingga jenjang karier pegawai lebih terlindungi.
Menurut Zudan, meskipun kompetensi dan keterampilan teknis bisa terus diasah, ada satu syarat mutlak yang tidak bisa ditawar bagi ASN yang ingin menduduki jabatan-jabatan strategis.
"Semuanya bisa kita latih, rekam jejaknya bisa diperkuat, kompetensinya bisa diperkuat dan integritas harga mati untuk bisa duduk dalam jabatan struktural," tegas Zudan menjabarkan fondasi paling krusial dari manajemen talenta.
Menariknya, di sela-sela pemaparan terkait reformasi birokrasi, Menko AHY juga antusias menanggapi pertanyaan wartawan mengenai penggunaan kendaraan operasional Maung buatan dalam negeri.
AHY mengaku sangat bangga telah menggunakan mobil taktis versi sipil produksi PT Pindad tersebut. Langkah ini dinilainya sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang ingin memajukan industri pertahanan dan otomotif nasional.
"Pada akhirnya Indonesia harus memiliki keunggulan bahkan kemandirian dalam industri otomotif. Tentu tidak mudah, banyak tantangannya," ungkap AHY memberikan dukungan penuh terhadap inovasi Pindad.
Lebih lanjut, Menko AHY meyakini bahwa Indonesia memiliki putra-putri terbaik di bidang rekayasa teknik dan teknologi. Ia berharap penggunaan Maung oleh jajaran menteri dapat mendongkrak kualitas produk lokal agar semakin diakui oleh dunia internasional.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



