Bukan Cuma Karhutla, Ini Sederet Target Mendesak Menko Polkam Dudung Abdurachman
Menko Polkam Dudung Abdurachman membeberkan tiga prioritas utama kementerian dalam waktu dekat, meliputi penanganan Karhutla, stabilitas politik, dan pendekatan kultural di Papua.

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman langsung tancap gas menyusun prioritas kerja kementeriannya.
Pada wawancara hari Senin (5/10/2026), ia menegaskan komitmennya untuk memberantas berbagai penyimpangan dan kegiatan ilegal agar sejalan dengan aturan perundang-undangan serta arahan dari Presiden.
Terdapat tiga isu utama yang saat ini menjadi fokus Kemenko Polkam. Target penyelesaian masalah jangka pendek yang paling mendesak menurut Dudung adalah penanganan kebakaran darurat.
"Menurut saya, yang menjadi prioritasnya itu dalam waktu dekat adalah karhutla. Maka dalam waktu dekat saya akan melaksanakan laporan dengan teman-teman lain dan segera menuju ke lokasi," ungkap Dudung.
Selain urusan lingkungan, Kemenko Polkam juga menaruh perhatian ekstra pada dinamika politik nasional yang tengah menghangat, khususnya usai adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).
Dudung secara khusus mengimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi supremasi hukum dan tidak menyebarkan asumsi liar yang bisa memperburuk suasana.
"Kita tetap jaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan sehingga situasi politik tidak kemudian semakin runyam," tegasnya.
Demi memastikan agar eskalasi politik pasca putusan MK tetap terkendali, Dudung merencanakan langkah persuasif lintas sektoral dalam waktu dekat. Ia berencana merangkul seluruh pihak, mulai dari institusi penegak hukum hingga para pimpinan partai politik.
"Nanti akan saya koordinasikan dengan semua kementerian yang terkait, baik kepolisian, kejaksaan, termasuk nanti kepada para ketua partai saya akan sowan bahwa situasi ini harus betul-betul bisa dikendalikan," paparnya.
Sementara itu, menanggapi pertanyaan mengenai eskalasi konflik di Papua yang memakan banyak korban sipil, Dudung memastikan akan ada perubahan pendekatan keamanan. Berdasarkan instruksi Presiden, operasi keamanan yang kaku akan diminimalisir dan diganti dengan taktik teritorial.
"Penanganan itu lebih kepada pendekatan kepada hati, merebut rakyat. Pendekatan-pendekatan kultural, pembinaan teritorial ini yang menjadi prioritas yang nanti akan segera dilaksanakan," pungkas Dudung.
Operasi ke depannya hanya akan menargetkan sasaran-sasaran spesifik yang terpilih secara selektif.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.


