Diduga Sarang Judol, Sebuah Rumah di Kompleks TNI Cijantung Digerebek
Diduga jadi markas judi online, rumah di kompleks KPAD Cijantung digerebek. Belasan operator ditangkap. Simak fakta-faktanya di sini.

JAKARTA – Sebuah rumah yang berlokasi di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Jalan Sederhana 7, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, digerebek pihak kepolisian.
Rumah tersebut diduga kuat dijadikan sebagai markas operasi judi online (judol).
Berdasarkan informasi dan video yang beredar di media sosial, penggerebekan tersebut berlangsung pada sekitar pukul 07.30 WIB.
Tindakan ini dilakukan setelah aparat menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya aktivitas yang mencurigakan di lokasi tersebut.
Dalam operasi penggerebekan itu, petugas dikabarkan mengamankan 11 orang yang diduga berperan sebagai operator judi online. Para terduga pelaku saat ini telah dibawa untuk menjalani pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.
Selain mengamankan belasan orang, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP).
Barang bukti tersebut meliputi 14 unit telepon seluler (ponsel), sembilan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan 32 unit komputer yang diduga digunakan untuk menjalankan situs perjudian.
Beredar kabar bahwa rumah yang digerebek tersebut adalah milik Kasi Intel Gartap 1 Jakarta, Letkol Inf Arman Jab. Diduga, rumah dinas tersebut disewakan kepada pihak yang kemudian menjadikannya sebagai markas operator judol.
Keterangan Pihak Kepolisian
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai satuan kepolisian mana yang memimpin langsung penggerebekan tersebut. Pihak Polres Metro Jakarta Timur maupun Polsek Pasar Rebo menyatakan belum menerima laporan resmi terkait giat operasi di wilayahnya.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya masih harus mengecek kebenaran informasi tersebut ke jajaran di tingkat polsek.
"Saya tanyakan kapolsek (Pasar Rebo) dahulu ya, saya belum dapat informasi," ujar AKP Made Budi saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Pasar Rebo, AKP Lilik Budiyanto, juga mengaku belum memonitor peristiwa penggerebekan di KPAD Cijantung. Ia menduga bahwa operasi penindakan itu dilakukan oleh tim dari Polda Metro Jaya, bukan dari kesatuannya.
"Belum monitor saya, bukan dari kami (Polsek Pasar Rebo)," ungkap AKP Lilik Budiyanto.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.


