Anggaran Rp1,37 Miliar untuk Video Dokumenter Badan Gizi Nasional Tuai Sorotan Publik
Beredar dokumen E-Katalog Badan Gizi Nasional anggarkan Rp1,37 Miliar untuk video dokumenter. Hal ini sontak tuai sindiran tajam dari para pekerja kreatif.

JAKARTA — Terungkapnya alokasi anggaran sebesar Rp1,37 miliar oleh Kantor Pusat Badan Gizi Nasional untuk pembuatan sebuah video dokumenter tidak hanya memicu tanda tanya terkait urgensinya, tetapi juga menuai beragam reaksi sarkastis dari publik.
Di media sosial Instagram dengan akun @storyrakyat_ , isu ini menjadi bulan-bulanan warganet, khususnya memantik sindiran tajam dari kalangan pekerja kreatif dan videografer.
Berdasarkan kolom komentar Instagram yang semualini.com kutip pada Kamis (8/10/2026), terlihat jelas bagaimana publik menyoroti ironi penghargaan terhadap pekerja kreatif di Indonesia.
Salah satu komentar yang melontarkan sindiran yang menohok dengan menuliskan, "Giliran videographer bikin anggaran disuruh gratis semua 😂".
Komentar ini seolah mewakili keluhan umum para pekerja visual yang kerap diminta menekan harga, bahkan bekerja tanpa bayaran pantas, saat menangani sebuah proyek.
Keluhan serupa juga disuarakan oleh akun bernama @sarangeditor.id yang menimpali perbincangan tersebut.
Akun itu berkomentar, "Editing dan ide aja kemaren diminta gratis, apalagi videographer," menyoroti betapa seringnya ide dan proses penyuntingan tidak dihargai secara finansial.
Tingginya nilai proyek yang dilaporkan telah berstatus selesai pada tahun 2026 ini membuat publik sangat penasaran dengan pihak rumah produksi atau individu yang berhasil menggarapnya.
Akun @maghribi_ihsan secara retoris mempertanyakan, "Siapakah videografer beruntung itu?". Pernyataan ini diamini oleh akun @redxeus yang juga menyebut sosok di balik proyek tersebut sebagai "videographer yg sangat beruntung".
Di sisi lain, kolom komentar juga diwarnai dengan spekulasi bernada candaan terkait teknis pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
Akun @oktafs menduga adanya pembagian kerja yang tumpang tindih dengan berkomentar, "Yg di hire minta file aja. Terus yg edit beda lagi, buhhh".
Sementara itu, akun @moestqm membayangkan reaksi kaget sang videografer saat melihat besaran anggarannya dengan menuliskan, "Videographer said : loh pak!!".
Bagi sebagian masyarakat, kabar mengenai anggaran fantastis untuk sebuah video dokumenter di tengah isu pemenuhan gizi ini seolah menambah deretan kabar kurang menyenangkan.
Hal ini tergambar jelas dari komentar pasrah milik akun @rafli_ez yang menggambarkan rutinitas hariannya, "Bangun tidur > Scroll > Bad news > repeat".
Hingga isu ini bergulir panas di media sosial, publik dan komunitas pekerja kreatif masih menunggu transparansi serta klarifikasi dari pihak Badan Gizi Nasional.
Masyarakat berharap ada penjelasan rinci mengenai spesifikasi dan kualitas hasil akhir dari video dokumenter yang menghabiskan uang negara hingga Rp1,37 miliar tersebut.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



