Gubernur Jabar Puji Depok, Janjikan Mobil Molen Tiap Kecamatan
Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi berjanji akan memberikan bantuan mobil molen ke tiap kecamatan untuk mempercepat perbaikan jalan desa.

DEPOK - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, memberikan sorotan tajam terhadap alokasi anggaran infrastruktur di sejumlah wilayah.
Dalam sebuah pertemuan bersama sejumlah kepala daerah, ia mengevaluasi persentase anggaran pembangunan dan secara khusus memuji Kota Depok sebagai daerah percontohan.
Dalam perbincangan tersebut, Kang Dedi membandingkan alokasi anggaran dari beberapa wilayah.
Ia menyebutkan bahwa anggaran infrastruktur Kabupaten Cianjur saat ini berada di angka 5 persen, dan direncanakan naik menjadi 6,5 persen.
Sementara itu, Purwakarta yang sebelumnya hanya mengalokasikan 4,5 persen didorong untuk menaikkan anggarannya menjadi 7 persen pada tahap perubahan.
Berbeda dengan wilayah lainnya, Kota Depok mendapatkan apresiasi tinggi karena mampu mengalokasikan anggaran infrastruktur hingga mencapai 12 persen.
"Pokoknya juaranya infrastruktur Depok," ujar Kang Dedi, memuji langkah pemerintah kota tersebut, Rabu (7/10/2026).
Ia menegaskan bahwa angka 12 persen adalah contoh yang luar biasa dan patut ditiru oleh daerah lain.
Bantuan Mobil Molen untuk Tiap Kecamatan
Selain mengevaluasi besaran anggaran, Kang Dedi juga memaparkan terobosan baru untuk mempercepat pembangunan jalan-jalan desa dan kabupaten yang kondisinya masih buruk.
Rencananya, pada tahun depan pemerintah akan mendistribusikan mesin pengaduk beton (mobil molen) ke tingkat kecamatan.
"Di tahun depan, nanti tiap kecamatan yang daerah infrastrukturnya jelek dikasih mobil molen," tegas Kang Dedi.
Ia menjelaskan bahwa unit mobil molen tersebut akan disiagakan di masing-masing kecamatan untuk mempermudah akses pembangunan.
Dengan adanya fasilitas alat berat dari provinsi, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat kabupaten akan jauh lebih ringan.
"Pemda kabupatennya tinggal nganggarin beli semen, pasir, sama split," jelasnya.
Melalui skema kolaborasi anggaran provinsi dan kabupaten ini, Kang Dedi berharap proses perbaikan jalan antardesa dan kabupaten dapat dilakukan dengan cepat secara mandiri tanpa harus meminjam ke daerah lain.
“Perbaikan jalan dengan lebar 5 meter dapat langsung dicor dengan aman dan sesuai pesanan,” pungkas Dedi.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



