Hukum

Profil Lengkap Irjen Pol Dadang Hartanto: Jenderal Reserse dan Guru Besar yang Kini Pimpin Polda Metro Jaya

Profil lengkap Irjen Pol Dadang Hartanto, Kapolda Metro Jaya baru pengganti Asep Edi Suheri. Sosok jenderal reserse berpengalaman sekaligus guru besar lulusan Akpol 1994.

Profil Lengkap Irjen Pol Dadang Hartanto: Jenderal Reserse dan Guru Besar yang Kini Pimpin Polda Metro Jaya
Foto: Profil Lengkap Irjen Pol Dadang Hartanto: Jenderal Reserse dan Guru Besar yang Kini Pimpin Polda Metro Jaya. (Istimewa).

JAKARTA - Nama Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Dadang Hartanto kembali menjadi sorotan utama di ranah publik dan internal Kepolisian Republik Indonesia. 

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bernomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Irjen Dadang resmi dipercaya mengemban salah satu posisi paling strategis di wilayah hukum kepolisian, yakni sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya.

​Ia menggantikan Irjen Pol Asep Edi Suheri dalam gerbong perombakan yang merotasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. 

Penunjukan ini merupakan bukti kepercayaan institusi terhadap rekam jejak Dadang yang memadukan ketajaman insting seorang reserse dengan ketelitian manajerial dari seorang akademisi bergelar profesor.

​Kematangan Karier di Bidang Reserse

Lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 24 November 1971, Dadang Hartanto mengawali langkah panjangnya di korps Bhayangkara setelah merampungkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1994. 

Sepanjang kariernya, profilnya sangat kental dengan penugasan di satuan reserse, sebuah bidang yang menuntut analisis tajam, kejelian, dan kecepatan dalam mengungkap tindak kejahatan.

​Pada fase awal pengabdiannya, kemampuan memimpin dan menguasai kewilayahan mulai teruji. 

Ia tercatat pernah menduduki posisi sebagai Kapolsek Senen pada tahun 2005. Seiring berjalannya waktu, Dadang terus dipercaya memegang tongkat komando di berbagai daerah, seperti saat menjabat sebagai Kapolres Subang pada 2009 dan kemudian bergeser menjadi Kapolres Cianjur pada 2011.

​Kecakapannya dalam manajemen operasional membawanya ke lingkungan Markas Besar (Mabes) Polri. Ia sempat menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sespri) Kapolri pada 2012, hingga kemudian ditunjuk menjadi Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri. 

Tak hanya itu, pada 2016 ia juga diamanahkan sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Pideksus) Bareskrim Polri, yang membuktikan kapasitasnya dalam menangani kejahatan finansial yang kompleks.

​Jejak Kepemimpinan: Dari Sumatera hingga Indonesia Timur

Kariernya semakin bersinar ketika ia diamanahkan menjadi Kapolrestabes Medan pada tahun 2017. 

Kesuksesannya menjaga stabilitas keamanan di ibu kota Sumatera Utara itu membawanya kembali ke Mabes Polri sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Karorenmin) Bareskrim Polri pada tahun 2019.

​Pada periode 2020 hingga menjelang akhir 2022, Dadang kembali bertugas di Sumatera Utara, kali ini dengan tanggung jawab lebih luas sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda).

Dedikasinya pada institusi dilanjutkan saat ia diangkat menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri di awal tahun 2023.

​Pengakuan atas kecakapannya di bidang pendidikan dan formasi kepolisian semakin terlihat pada tahun 2024, kala ia ditunjuk sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. 

Prestasi kehormatan lainnya ia raih saat didaulat sebagai Komandan Upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara pada Juli 2025. Selanjutnya, pada Agustus 2025, jenderal bintang dua ini mengemban amanah memimpin wilayah perairan dan kepulauan sebagai Kapolda Maluku.

​Sang Jenderal Bergelar Guru Besar

Satu pencapaian yang membuat figur Irjen Pol Dadang Hartanto sangat istimewa adalah dedikasinya pada dunia pendidikan yang tak pernah padam di tengah padatnya tugas kepolisian. 

Puncak keilmuannya diakui secara resmi pada awal tahun 2023, di mana ia dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) di bidang Administrasi Publik oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

​Kehadiran sosok guru besar dalam jajaran pimpinan Polri memberikan warna tersendiri. Pemahaman mendalam terkait ilmu administrasi publik membuat setiap kebijakan pengamanan dan pelayanan yang ia ambil tidak hanya dilandasi ketegasan, melainkan berbasis tata kelola yang terukur (good governance) dan pendekatan yang sosiologis.

​Sebagai lulusan Akpol 1994, Irjen Dadang juga memiliki nilai historis dan kedekatan almamater dengan pucuk pimpinan Polri saat ini, Jenderal Suyudi Ario Seto, yang juga berasal dari angkatan yang sama. 

Sinergitas ini diyakini akan menjadi modal kuat dalam menjalankan instruksi Mabes Polri.

​Kini, dengan rentetan pengalaman reserse yang mumpuni, kematangan birokrasi, serta wawasan akademis tertinggi, Irjen Pol Dadang Hartanto bersiap menghadapi tantangan barunya. 

Menahkodai Polda Metro Jaya yang menjadi pilar keamanan ibu kota negara dan pusat perputaran ekonomi nasional menuntut kombinasi kecerdasan taktis, kelembutan humanis, dan ketegasan penegakan hukum atribut yang telah lekat pada diri sang jenderal bergelar profesor tersebut.

✓ Anda sedang membaca versi lengkap (3 halaman digabung). Kembali ke tampilan per halaman

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.