Iklan
Hukum

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, Komjen Dadang Hartanto Tekankan Sinergi Masyarakat

Polda Metro Jaya resmi menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 dengan pendekatan preemtif, preventif, serta pemetaan berbasis akar masalah lalu lintas.

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, Komjen Dadang Hartanto Tekankan Sinergi Masyarakat
Foto: Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, Komjen Dadang Hartanto Tekankan Sinergi Masyarakat. (Sumber : Antara)

Ringkasan Berita:

  • Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi mengulirkan Operasi Patuh Jaya 2026 guna menekan angka kecelakaan dan meningkatkan ketertiban lalu lintas.
  • ​Operasi kali ini mengusung strategi pemetaan akar masalah, penggunaan bodycam bagi petugas, serta edukasi lanjutan oleh Bhabinkamtibmas dan Polmas.
  • ​Sasaran utama penindakan meliputi pengendara tanpa helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga aksi melawan arus.

JAKARTA, semualini.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi mengulirkan gelaran Operasi Patuh Jaya 2026 di seluruh wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya. 

Langkah serentak ini diambil guna menekan tingginya angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan preemtif, preventif, dan pemetaan berbasis akar masalah secara komprehensif.

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto, menyampaikan amanat penting saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 di Jakarta. 

Ia menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif warga dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

"Operasi ini mengusung tema 'Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan'," kata Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto dalam amanat Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dadang menegaskan bahwa jajaran kepolisian tidak akan mampu bekerja secara mandiri tanpa adanya keterlibatan penuh dari elemen masyarakat serta instansi pemerintah daerah.

"Sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, instansi terkait, hingga tokoh masyarakat sangat diperlukan guna membangun kepatuhan yang lahir dari kesadaran pribadi," tutur Dadang menegaskan prinsip utama operasi.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Jaya 2026 menetapkan sejumlah sasaran prioritas penindakan di jalan raya. 

Iklan

Pelanggaran yang ditargetkan meliputi pengemudi sepeda motor tanpa helm Standar Nasional Indonesia (SNI), pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, pelanggaran rambu atau marka jalan, menerobos lampu merah, berkendara melebihi batas kecepatan, hingga aksi berbahaya melawan arus lalu lintas.

Guna memastikan efektivitas penindakan di lapangan, Kapolda menetapkan tiga strategi utama yang wajib dipedomani oleh seluruh personel. Pertama, petugas diwajibkan melakukan pemetaan intensif berbasis akar masalah pada setiap lokasi rawan.

"Petugas diinstruksikan untuk memetakan titik rawan pelanggaran melawan arus serta titik rawan kecelakaan guna mengidentifikasi akar persoalannya, baik dipicu oleh faktor infrastruktur jalan, minimnya penerangan, kekurangan rambu, maupun faktor ekonomi dan rendahnya kesadaran masyarakat," ungkap Dadang merinci strategi pemetaan tersebut.

Khusus bagi pelanggar lalu lintas dari kalangan pelajar, petugas lapangan diperintahkan mencatat secara detail identitas pribadi, alamat rumah, hingga asal sekolah untuk kepentingan pembinaan.

Kedua, Polda Metro Jaya menerapkan cara bertindak yang tegas namun tetap humanis serta berbasis bukti digital. Setiap tindakan kepolisian maupun peneguran diwajibkan terdokumentasikan secara transparan.

"Setiap tindakan kepolisian, termasuk pemberian teguran, wajib didokumentasikan menggunakan bodycam atau rekaman video handphone sebagai instrumen pengawasan, akuntabilitas, dan evaluasi," pangkas Kapolda terkait penggunaan teknologi pengawasan digital.

Pengawasan internal dari fungsi Provost turut diterjunkan secara melekat guna meminimalkan potensi penyimpangan personel selama masa operasi.

Adapun strategi ketiga berfokus pada tindak lanjut edukatif secara berkelanjutan. Data para pelanggar yang dihimpun selama operasi akan diserahkan kepada fungsi Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas), Bhabinkamtibmas, serta Polisi Lingkungan Masyarakat (Polmas) untuk dijadikan bahan pembinaan langsung di lingkungan warga maupun sekolah.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.