Ekonomi

Sempat Anjlok, Harga Emas Bangkit dan Melonjak Hampir 2 Persen

Harga emas dunia di pasar spot melonjak 1,7% ke US$ 4.184,8/troy ons pada Selasa (29/9/2026). Aksi borong investor manfaatkan momentum harga murah.

Sempat Anjlok, Harga Emas Bangkit dan Melonjak Hampir 2 Persen
Foto: Ilustrasi. Emas Batangan. Harga Emas Kembali Bangkit dan Melonjak Hampir 2 Persen (Sumber: Sven Simon/IMAGO via REUTERS)

Jakarta, Semualini.com - Harga emas dunia di pasar spot berbalik menguat signifikan hingga mendekati 2 persen pada penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026). Kenaikan harga ini dipicu oleh aksi beli dari investor yang memanfaatkan momen penurunan harga yang terjadi secara berturut-turut dalam beberapa minggu terakhir.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot pada Selasa (29/9/2026), Harga komoditas logam mulia mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen dibandingkan hari sebelumnya, mencapai US$ 4.184,8 per troy ons. Proses pemulihan ini terjadi setelah harga emas mengalami tren penurunan yang berkelanjutan, yakni tergerus 4,13 persen dalam waktu satu minggu dan 5,79 persen dalam sebulan terakhir.

Koreksi yang signifikan ini dianggap membuat valuasi emas menjadi lebih terjangkau dan menarik bagi para pelaku pasar. Kondisi ini mendorong aksi beli besar-besaran terhadap instrumen safe haven oleh investor di seluruh dunia.  

Koreksi Teknikal dan Rilis Data Ekonomi AS

Melansir laporan Bloomberg Technoz, Rabu (30/9/2026), "Koreksi yang sudah cukup dalam membuat emas menjadi 'murah' di mata investor sehingga mendorong aksi borong."

Walaupun harga emas mengalami penguatan harian, proyeksi koreksi jangka pendek masih menjadi perhatian. Senior Commodity Strategist TD Securities, Ryan McKay, menilai bahwa tingkat koreksi harga emas terdekat berpotensi menguji batas bawah di level US$ 4.053,7 per troy ons. 

Di sisi lain, perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada rilis indikator makroekonomi utama dari AS, seperti data inflasi Personal Consumption Expenditure dan laporan non-farm payroll, yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter mendatang.

Analisis Proyeksi Perdagangan

Secara teknikal, emas masih terperangkap dalam zona bearish pada skala harian. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari tercatat di level 40, sedangkan Stochastic RSI 14 hari berada di angka 36, menunjukkan bahwa aset ini berada dalam zona jual.

Pada perdagangan hari Rabu, emas tetap memiliki potensi untuk mengalami kenaikan lebih lanjut. Target resisten terdekat terletak pada level US$ 4.210 per troy ons, bertepatan dengan Moving Average 5, sementara resisten berikutnya berada di kisaran US$ 4.276 hingga target paling optimis di US$ 4.293 per troy ons.

Apabila arah pergerakan melemah, level pivot point dapat ditemukan di sekitar US$ 4.161 per troy ons. Jika harga emas menembus batas tersebut, ada risiko harga akan kembali berada di rentang US$ 4.149–US$ 4.117 per troy ons, dengan level terendah yang paling pesimistis di US$ 4.065 per troy ons.