Cegah Gangguan Kamtibmas, Kapolres Kombes Pol Christian Rony Rangkul Pelajar Depok
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mencegah pelajar ikut demo dan terprovokasi hoaks di medsos.

Ringkasan Berita:
- Kapolres Metro Depok menyambangi sejumlah sekolah untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
- Kombes Pol Christian Rony Putra mengingatkan para siswa agar tidak mudah termakan hoaks dan ajakan demo yang beredar luas di media sosial.
- Dengan slogan "Jaga Depok, Jaga Masa Depan", kepolisian mengajak pelajar untuk fokus menuntut ilmu dan menjaga lingkungan pendidikan yang kondusif.
DEPOK — Gelombang aksi unjuk rasa (unras) yang berpotensi terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya disikapi dengan langkah preventif cepat oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Metro Depok.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra, turun langsung menyambangi sejumlah sekolah di Kota Depok tersebut guna memberikan imbauan tegas agar para pelajar tidak ikut-ikutan turun ke jalan.
Langkah proaktif jemput bola ini dilakukan sebagai upaya strategis menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus melindungi generasi muda dari potensi bahaya di tengah pusaran demonstrasi jalanan.
Di hadapan ratusan siswa, Kombes Pol Christian menegaskan bahwa tugas utama seorang pelajar adalah menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri, bukan berada di barisan demonstran.
Ia juga menyoroti bahaya arus informasi di era digital yang kerap disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.
“Sangat penting menjaga keamanan, ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun informasi yang belum tentu benar, khususnya yang beredar melalui media sosial,” tegas Kombes Pol Christian Rony Putra dalam arahannya, Selasa (29/09/2026).
Lebih lanjut, pucuk pimpinan Polres Metro Depok itu tidak menampik bahwa menyampaikan pendapat atau aspirasi adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa keselamatan jiwa dan masa depan pelajar jauh lebih berharga.
Keterlibatan pelajar, terutama yang masih di bawah umur, dalam aksi massa sangat rawan dimanfaatkan dan berpotensi berujung pada tindakan anarkis.
Jika sampai berhadapan dengan hukum, hal tersebut tentu akan meninggalkan noda hitam yang merusak masa depan mereka sendiri.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



