Iklan
Iklan
Ekonomi

Mengapa Harga Emas Dunia Turun Nyaris 2%?

Harga emas dunia turun 1,72% ke US$4.289,4 per troy ons akibat ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi dalam waktu lama.

Mengapa Harga Emas Dunia Turun Nyaris 2%?
Foto: Ilustrasi harga emas (Dok. Generate AI)

Jakarta, Semualini.com - Harga emas dunia kembali mengalami tekanan setelah pasar melihat peluang suku bunga Amerika Serikat (AS) bertahan pada level tinggi dalam waktu lebih lama. Pada perdagangan Rabu (23/9/2026), harga emas di pasar spot ditutup pada US$4.289,4 per troy ons, turun 1,72% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penurunan tersebut membawa harga emas ke posisi terendah dalam lebih dari sepekan. Pergerakan ini terjadi ketika perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada kekuatan ekonomi AS dan arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Tekanan terhadap emas terutama berasal dari ekspektasi bahwa tingkat suku bunga AS dapat tetap tinggi lebih lama. Kondisi tersebut membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menghadapi tekanan karena investor mempertimbangkan daya tarik instrumen berbasis bunga.

Aktivitas Ekonomi AS Masih Solid

Salah satu indikator yang menjadi perhatian pasar adalah data awal aktivitas sektor swasta AS untuk September yang dirilis S&P Global.

Dalam laporan tersebut, Purchasing Managers' Index (PMI) sektor swasta AS tercatat 58,4 pada September. Angka itu menjadi level tertinggi sejak Juli 2021.

Data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi AS masih berada pada level yang kuat. Kondisi ekonomi yang relatif solid dapat memberikan ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat apabila tekanan inflasi masih menjadi perhatian.

Bagi pasar emas, ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi pergerakan harga. Ketika pasar memperkirakan suku bunga bertahan tinggi, biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga menjadi lebih besar.

Harga Emas Turun di Tengah Perhatian Pasar terhadap The Fed

Pergerakan emas pada perdagangan Rabu juga sejalan dengan perhatian investor terhadap prospek suku bunga global. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa emas berada di bawah tekanan karena pasar memperkirakan suku bunga AS dapat tetap tinggi, sementara sejumlah pejabat The Fed masih menekankan perlunya kebijakan moneter yang ketat untuk menjaga inflasi.

Reuters mencatat harga emas spot pada 22 September berada di sekitar US$4.325,03 per troy ons setelah mengalami penurunan 0,4%. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap emas telah berlangsung sebelum penurunan lebih besar pada perdagangan 23 September.

Dengan demikian, pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan terhadap aset lindung nilai, tetapi juga oleh perubahan ekspektasi pasar mengenai tingkat suku bunga, inflasi, serta kondisi perekonomian AS.