Koreksi Emas Antam Sepekan, Harga Buyback Turun Rp59 Ribu
Harga emas Antam sepekan terkoreksi Rp14.000 ke level Rp2.526.000/gram. Nilai buyback merosot tajam Rp59.000 per gram per akhir Oktober 2026.

JAKARTA, Semualini.com - Harga emas batangan 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan sepanjang periode sepekan terakhir. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia pada Minggu (1/11/2026), harga jual emas Antam terkoreksi sebesar Rp14.000 per gram, sementara harga pembelian kembali (buyback) mengalami penurunan signifikan hingga Rp59.000 per gram.
Pergerakan harga ini tercatat mulai dari pembukaan perdagangan pada Senin (26/10/2026) hingga penutupan perdagangan akhir pekan pada Sabtu (31/10/2026). Penurunan harga buyback yang lebih dalam menuntut ketelitian investor dalam memperhitungkan momentum transaksi logam mulia.
Pada awal sepekan, Senin (26/10/2026), harga emas Antam dibuka di posisi Rp2.540.000 per gram dengan harga buyback berada di angka Rp2.335.000 per gram. Sempat mengalami kenaikan tipis di pertengahan pekan, tren pergerakan harga kemudian berbalik melemah mendekati penutupan pekan.
Pada perdagangan Sabtu (31/10/2026), harga jual emas Antam ditutup pada level Rp2.526.000 per gram. Sementara itu, harga buyback merosot ke posisi Rp2.276.000 per gram.
Harga emas buyback dalam sepekan bahkan turun Rp 59.000 per gram, dari Rp 2.335.000 menjadi Rp 2.276.000. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas batangan.
Secara keseluruhan, harga emas Antam secara mingguan turun Rp 14.000 dari Rp 2.540.000 per gram menjadi Rp 2.526.000 per gram.
Faktor Pasar dan Pengaruh Suku Bunga
Penurunan harga emas domestik sejalan dengan konsolidasi harga emas di pasar global. Pergerakan komoditas logam mulia internasional banyak dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS serta ekspektasi kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Kenaikan emas Antam pekan ini cuma sesaat. Harganya malah tersungkur ke Rp 2,52 juta per gram pada akhir pekan.
Ketidakpastian arah kebijakan moneter global menyebabkan sebagian pelaku pasar melakukan aksi lepas aset (profit taking). Kondisi ini mendorong koreksi bertahap pada instrumen safe haven seperti emas batangan.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



