Porsi Migas Terbesar, Investasi ESDM Semester I-2026 Tembus Rp297,78 T
Realisasi investasi sektor ESDM Semester I 2026 mencapai US$16,47 miliar atau setara Rp297,78 triliun, didominasi subsektor migas dan hilirisasi mineral.

JAKARTA, Semualini.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat nilai realisasi investasi di sektor energi dan sumber daya mineral sepanjang semester I-2026 mencapai sekitar US$16,47 miliar atau setara Rp297,78 triliun (dengan asumsi kurs Rp18.080 per dolar AS). Subsektor minyak dan gas bumi (migas) serta kegiatan hilirisasi mineral mencatatkan porsi penyerapan modal paling dominan.
Capaian modal masuk ini tersebar di empat pilar utama sektor ESDM, yakni minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batu bara (minerba), ketenagalistrikan, serta energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE).
Sektor minyak dan gas bumi masih menjadi motor utama penyerapan modal investasi energi nasional pada paruh pertama tahun ini. Penyerapan ini didorong oleh peningkatan aktivitas eksplorasi serta percepatan pembangunan jalur pipa transmisi dan distribusi gas bumi domestik.
Mengenai capaian realisasi di sektor ini, laporan publikasi resmi Kementerian ESDM mencatat bahwa "Realisasi investasi sektor energi dan sumber daya mineral sepanjang semester I-2026 mencapai US$16,47 miliar atau setara Rp297,78 triliun, yang didorong oleh capaian pada subsektor minyak dan gas bumi serta akselerasi program hilirisasi mineral."
Di saat bersamaan, arus investasi pada subsektor mineral dan batu bara menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Langkah konsisten pemerintah dalam mendorong hilirisasi komoditas tambang melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) terus menjadi magnet bagi masuknya modal asing maupun domestik.
Sejalan dengan penguatan minerba, laporan industri sektor hilirisasi dari Okezone Economy juga mencatat bahwa “Realisasi investasi hilirisasi mineral tercatat tumbuh signifikan mendukung sektor minerba dengan capaian mencapai Rp206,5 triliun pada paruh pertama tahun berjalan.”
Selain sektor migas dan minerba, penyerapan investasi pada subsektor ketenagalistrikan dan EBTKE diarahkan untuk memperkuat keandalan pasokan energi nasional. Pada subsektor ketenagalistrikan, perluasan jaringan transmisi serta pemerataan program listrik perdesaan menjadi fokus penggunaan anggaran.
Sementara pada subsektor EBTKE, investasi difokuskan pada penguatan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta pemetaan potensi energi bersih di daerah.
Mengenai arah pembangunan fasilitas pendukung ini, publikasi program kerja KESDM menegaskan bahwa "Realisasi Program Strategis Kementerian ESDM mencakup pembangunan Pipa Gas Bumi Cisem II, Pipa Transmisi Dusem, program Jargas Rumah Tangga, serta pembangunan infrastruktur Lisdes dan PLTS di daerah."
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



