Iklan
Teknologi

Tren AI Meningkat pesat, Ini Daftar Proyek Data Center Raksasa yang Bermunculan di Indonesia

Lonjakan kebutuhan komputasi awan dan AI memicu gelombang investasi data center raksasa di Indonesia, mulai dari DCI Indonesia, Digital Edge, hingga NeutraDC di Batam.

Tren AI Meningkat pesat, Ini Daftar Proyek Data Center Raksasa yang Bermunculan di Indonesia
Foto: Ilustrasi Datacenter (Sumber : Blog Microsoft)

Ringkasan Berita:

  • Lonjakan komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI) mendorong pesatnya pembangunan data center berkapasitas raksasa di Jabodetabek hingga Batam.
  • ​Pengembang global seperti Digital Edge menginvestasikan hingga 4,5 miliar dolar AS untuk proyek 500 MW di Bekasi, serta EDGNEX DAMAC asal Dubai dengan investasi 2,3 miliar dolar AS di Cikarang.
  • ​Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai data center merupakan tulang punggung vital untuk menjaga kedaulatan data dan mengakselerasi transformasi digital nasional.

JAKARTA, semualini.com – Di balik pesatnya aktivitas digital masyarakat mulai dari komputasi awan (cloud storage), transaksi perbankan digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terdapat tulang punggung infrastruktur fisik yang bekerja tanpa henti, yakni pusat data (data center).  

​Seiring meledaknya kebutuhan pemrosesan data berskala raksasa, Indonesia kini resmi menjelma menjadi salah satu pusat pertumbuhan data center paling diminati di Asia Tenggara. 

Raksasa teknologi global hingga perusahaan infrastruktur nasional berlomba-lomba membangun kompleks pusat data berkapasitas ratusan megawatt (MW) di kawasan Jabodetabek hingga koridor strategis Batam, Kepulauan Riau.  

​Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Denny Setiawan, menegaskan bahwa kehadiran data center modern menjadi syarat mutlak dalam menopang agenda transformasi digital nasional di berbagai sektor publik maupun swasta.  

Iklan

​"Pusat data menjadi salah satu fondasi penting transformasi digital karena berbagai sektor, mulai dari layanan publik, keuangan, kesehatan, pendidikan, hingga industri, semakin bergantung pada infrastruktur digital yang aman, tangguh, dan berkinerja tinggi," ujar Denny Setiawan dikutip dari rilis resmi Komdigi.  

​Deretan Data Center Berkapasitas Raksasa yang Sudah Beroperasi

​Beberapa pemain utama telah memantapkan operasionalnya di titik-titik strategis nasional untuk melayani kebutuhan korporasi hingga raksasa cloud dunia:  

  1. ​DCI Indonesia (Kampus H1 & JK6, Cibitung): DCI Indonesia meresmikan fasilitas JK6 berkapasitas 36 MW pada pertengahan 2025 yang beroperasi penuh mendukung cloud provider global. Dengan beroperasinya JK6, total kapasitas beban teknologi informasi DCI di Kompleks Cibitung, Bekasi, mencapai 75 MW (meliputi JK1, JK2, JK3, JK5, dan JK6) dari total akumulasi 119 MW di seluruh lokasi.  
  2. ​DCI Indonesia (Fasilitas E1, Kuningan - Jakarta): Beroperasi di pusat bisnis Ariobimo Sentral Jakarta dengan kapasitas beban IT 18 MW, difokuskan untuk melayani sektor keuangan, perbankan, telekomunikasi, dan BUMN yang membutuhkan latensi ultra-rendah (low latency).  
  3. Region Cloud Global di Jakarta: Pusat data domestik juga menjadi rumah bagi kawasan cloud (region) penyedia kelas dunia, meliputi Google Cloud (asia-southeast2), Microsoft Azure (Indonesia Central), Alibaba Cloud (Asia Pacific SE 5), dan Tencent Cloud (Asia Pacific Southeast).  

​Proyek Data Center AI Skala Raksasa yang Sedang Dibangun

​Tak berhenti pada fasilitas yang ada, gelombang investasi baru terus mengalir deras menyasar kawasan industri Jawa Barat dan Kepulauan Riau:  

  1. ​Digital Edge (CGK Campus, Bekasi): Mengucurkan investasi fantastis mencapai 4,5 miliar dolar AS (setara puluhan triliun rupiah) di kawasan GIIC Bekasi. Proyek berkapasitas awal 500 MW ini berpotensi mengekspansi daya hingga 1 Gigawatt (GW). Struktur bangunan pertama (CGK1) telah rampung topping out dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV 2026.
  2. ​Princeton Digital Group / PDG (Fasilitas JC4, Deltamas Bekasi): Mulai merintis proyek JC4 berkapasitas 240 MW di Kota Deltamas. Proyek ini mendongkrak total portofolio pusat data PDG di Indonesia menjadi 400 MW yang dikhususkan untuk beban komputasi AI.
  3. ​EDGNEX by DAMAC (Cikarang): Perusahaan infrastruktur asal Dubai, EDGNEX, menanamkan modal sebesar 2,3 miliar dolar AS (sekitar Rp37 triliun) di atas lahan 12 hektare di Cikarang yang pengerjaan fase pertamanya selesai bertahap hingga 2028.
  4. ​NeutraDC Nxera (BTM-1 & BTM-2, Batam): Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, NeutraDC, menggandeng Nxera membangun pusat data hyperscale di Batam. Gedung BTM-1 yang siap beroperasi pada 2026 telah habis disewa mitra (fully committed), sehingga mendorong persiapan ekspansi ke gedung BTM-2 untuk menopang koridor ekonomi SIJORI (Singapura-Johor-Riau).
  5. ​DayOne (Kampus Kabil, Batam): Menyiapkan hyperscale data center di Kawasan Industri Kabil dengan mengamankan pasokan listrik raksasa sebesar 511 MVA (setara ~450 MW) dari PLN Batam.
  6. Equator Gate System & RangeIDC (Nongsa, Batam): Menyiapkan investasi senilai 5 miliar dolar AS di lahan 30 hektare kawasan Teluk Mata Ikan Nongsa untuk dikembangkan sebagai pusat komputasi AI terintegrasi.  

​Kementerian Komdigi menekankan bahwa maraknya pembangunan data center wajib diimbangi dengan penguatan jaringan serat optik kabel laut, keandalan listrik bersih, serta perlindungan tata kelola air bersih daerah agar keberadaan infrastruktur digital ini memberikan manfaat ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi Indonesia.  

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.