Iklan
Ekonomi

Soal Pidato Prabowo 'Tak Takut MSCI', Gema Goeyardi Minta Publik Pahami Konteks Objektif

Founder & CEO Astronacci Gema Goeyardi menegaskan pidato Presiden Prabowo soal MSCI harus dipahami secara objektif karena kondisi pasar modal Indonesia sangat kuat.

Soal Pidato Prabowo 'Tak Takut MSCI', Gema Goeyardi Minta Publik Pahami Konteks Objektif
Foto: Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder & CEO Astronacci, Gema Goeyardi dan Presiden Prabowo Subianto (Sumber : Istimewa).

Ringkasan Berita:

  • Founder & CEO Astronacci Gema Goeyardi menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait MSCI harus dipahami publik secara objektif dan tidak ditelan mentah-mentah secara harafiah.
  • ​Gema menegaskan bahwa kondisi pasar modal Indonesia jauh lebih kuat sehingga sangat tidak adil apabila disamakan dengan negara berkonflik atau diturunkan ke status standalone market.
  • ​Menurutnya, jika MSCI tetap memaksakan penurunan status bursa Indonesia, maka kredibilitas lembaga pemeringkat internasional itu sendiri yang akan dipertanyakan oleh analis global.

JAKARTA, semualini.com – Gelombang respons publik atas pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia tidak takut menghadapi ancaman downgrade dari lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terus memicu perdebatan hangat. 

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder & CEO Astronacci, Gema Goeyardi, meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk memahami konteks pidato Kepala Negara secara bijak dan objektif.  

​Gema menilai, narasi yang disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna bukan sekadar bentuk emosi, melainkan sebuah pesan strategis penegakan kedaulatan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.  

​"Yang disampaikan oleh beliau itu banyak yang tidak dipahami oleh masyarakat, karena background story-nya itu tidak hanya masalah suruh ngerjain PR. Yang disampaikan dari Bapak tadi adalah bahwa kita tidak takut ditekan seperti itu kalau skenarionya tidak adil. Artinya jangan dianggap secara harafiah," ujar Founder & CEO Astronacci, Gema Goeyardi, dalam program Mega Talkshow Suara Nusantara yang ditayangkan Nusantara TV, Rabu (21/10/2026).  

​Lebih lanjut, Gema menekankan bahwa fundamental serta kualifikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini jauh lebih unggul ketimbang negara-negara yang berada di kategori pasar berkembang terbawah maupun pasar terisolasi (standalone market). 

Oleh sebab itu, wacana penurunan kelas bursa saham Indonesia dinilainya sangat tidak rasional.  

​"Kita bangsa Indonesia, market kita itu jauh lebih baik daripada simbol apa pun. Nggak bisa secara apa pun disamakan. Kalau sampai MSCI mengeluarkan kita dan ditaruh di standalone, catat kata-kata saya: yang tidak dipercaya bukan Indonesia, MSCI yang tidak dipercaya orang," tegas Gema dalam paparannya.  

Iklan

​Gema juga menyoroti adanya perang persepsi (cognitive war) yang sengaja dibentuk oleh pihak eksternal untuk meruntuhkan optimisme pasar finansial domestik. 

Ia menilai perlakuan pemeringkatan terhadap pasar modal Indonesia saat ini terkesan disamaratakan dengan kawasan yang sedang dilanda krisis politik berat atau perang.  

​"Negara kita sedang dijebak di dalam cognitive war. Kita sedang dianggap layak seperti negara perang seperti Ukraine. Dihitung aja P/E (Price to Earnings Ratio) kita berapa, apakah market cap kita seperti mereka? Harusnya kita sebagai rakyat itu sakit hati," tutur Gema menambahkan.  

​Menurut analisis Gema, ketidakadilan penilaian MSCI ini bahkan diakui oleh para analis independen di kawasan regional. 

Banyak pengamat keuangan internasional yang menilai bursa saham Indonesia memiliki likuiditas dan kapitalisasi yang sangat layak untuk bertahan di jajaran emerging market.  

​"Bahkan analis-analis di Singapura mereka sendiri merasa ini kebangetan. Indonesia doesn't deserve standalone. Masalahnya yang kebanyakan komen ini, yang akhirnya me-drive persepsi publik, itu orang yang tidak paham tentang financial market," pungkas Gema mengakhiri keterangannya.  

​Polemik mengenai potensi reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI hingga kini masih dikawal ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan jajaran regulator bursa guna memastikan transparansi serta perlindungan bagi seluruh investor pasar modal.  

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.