Iklan
Ekonomi

Hadiri IMF-World Bank di Bangkok, BI dan Kemenkeu Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal

Delegasi RI yang dipimpin Gubernur BI Destry Damayanti dan Menkeu Suahasil Nazara mendorong perluasan transaksi mata uang lokal (LCT) di Pertemuan IMF-World Bank.

Hadiri IMF-World Bank di Bangkok, BI dan Kemenkeu Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal
Foto: Hadiri IMF-World Bank di Bangkok, BI dan Kemenkeu Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal. (Sumber : Dok Humas Bank Indonesia).

Ringkasan Berita:

  • Delegasi Indonesia yang dipimpin Gubernur BI Destry Damayanti dan Menkeu Suahasil Nazara menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bangkok.
  • Indonesia mendorong penguatan kerja sama internasional melalui perluasan penggunaan mata uang lokal (LCT) dan sistem pembayaran QR lintas negara.
  • Forum G20 menyepakati Agenda Kebijakan Global terkait pemanfaatan AI dan energi berkelanjutan, sekaligus menandai serah terima Presidensi G20 ke Inggris.

BANGKOK, semualini.com – Perekonomian dunia terus menunjukkan ketahanannya di tengah ancaman ketidakpastian yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, hingga risiko siber. 

Merespons dinamika tersebut, delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendorong penguatan kerja sama lintas negara dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bangkok, Thailand.

Dalam rangkaian pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 (FMCBG) yang berlangsung pada 12 hingga 18 Oktober 2026 tersebut, Indonesia secara khusus menyoroti pentingnya perluasan penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). 

Langkah ini dinilai sangat strategis untuk melindungi perekonomian kawasan dari ketidakpastian pasar keuangan global.

"Transaksi menggunakan mata uang lokal akan mengurangi ketergantungan pada mata uang negara ketiga dan menekan paparan terhadap gejolak nilai tukar global," ujar Gubernur BI Destry Damayanti memaparkan gagasannya dalam forum tersebut.

Selain perlindungan nilai tukar, inovasi sistem keuangan digital yang tepercaya turut menjadi fokus pembahasan. 

Iklan

Delegasi Indonesia mengapresiasi capaian Presidensi G20 Amerika Serikat yang telah memperjelas standar hukum bagi inovasi keuangan, sembari menyepakati Agenda Kebijakan Global (Global Policy Agenda) yang mencakup modernisasi pasar tenaga kerja dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).

"Kami mendukung peta jalan G20 untuk pembayaran lintas negara agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan mudah diakses. Perbaikan ini akan memberi manfaat bagi dunia usaha, memfasilitasi perdagangan internasional, serta mendorong inklusi keuangan," tutur Destry.

Untuk mewujudkan sistem keuangan global yang saling terhubung dan efisien, Bank Indonesia memastikan kesiapannya dalam mengimplementasikan teknologi pembayaran lintas batas secara masif.

"Bank Indonesia secara konsisten mendorong pembayaran QR lintas negara dan transaksi mata uang lokal untuk meningkatkan efisiensi pembayaran, mendukung perdagangan, dan memperluas inklusi keuangan," tambah Destry di hadapan para delegasi internasional.

Pertemuan tingkat tinggi ini juga sekaligus menandai momen serah terima estafet Presidensi G20 Finance Track dari Amerika Serikat kepada Inggris. Di dalam negeri, komitmen global tersebut akan langsung diwujudkan melalui perluasan pemanfaatan QRIS bagi generasi muda dan sektor UMKM.

"Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan otoritas global untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," tegas Destry menutup laporannya.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.