Menolak Emas, Memilih Gendang: Kisah Pong Sampun, Pendiri Tongkonan Kalolok di Sangalla Utara
Di Kalolok, Lembang Saluallo, Sangalla Utara, berdiri salah satu tongkonan tertua di Tana Toraja.

Toraja, Semualini.com - Di Kalolok, Lembang Saluallo, Sangalla Utara, berdiri salah satu tongkonan tertua di Tana Toraja.
Pendirinya adalah Pong Sampun, seorang pembuka kampung yang dikenang karena keberaniannya membela kebenaran, dan karena pilihannya yang tak biasa: menolak emas dan sawah demi sebuah gendang. Hingga kini, tongkonan itu tetap menjadi tempat berkumpul dan pemersatu seluruh keturunannya.
Pembuka Kampung dari Tanamalia
Tongkonan Kalolok Pong Sampun terletak di Jl. Goali Bassi, Rukun Pasang, Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja. Tongkonan ini didirikan oleh Pong Sampun,
yang dikenal sebagai Pangngala Tondok, yaitu orang yang pertama kali membuka tanah di daerah tersebut.
Menurut penuturan keluarga, setelah masa To Pada Tindo berakhir, setiap orang diberi keleluasaan untuk membangun kampung di wilayah yang belum berpenghuni.
Pada masa itulah Pong Sampun berangkat dari Tanamalia (Tanah Malia) dan membuka tanah di Kalolok dan sekitarnya.
Uniknya, nama Kalolok di Lembang Saluallo sama dengan nama daerah asal Pong Sampun di Tanamalia. Kesamaan nama ini menjadi jejak perjalanan Pong Sampun sekaligus cikal bakal berdirinya Tongkonan Kalolok Pong Sampun.
Menolak Emas, Memilih Gendang
Keturunan Pong Sampun mewarisi sebuah kisah tentang leluhur mereka.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.
