Iklan
Kolom Opini

Menolak Emas, Memilih Gendang: Kisah Pong Sampun, Pendiri Tongkonan Kalolok di Sangalla Utara

Di Kalolok, Lembang Saluallo, Sangalla Utara, berdiri salah satu tongkonan tertua di Tana Toraja.

Menolak Emas, Memilih Gendang: Kisah Pong Sampun, Pendiri Tongkonan Kalolok di Sangalla Utara
Foto: Foto: Tongkonan Kalolok Pong Sampun di Lembang Saluallo, Sangalla Utara. (Dok. keluarga).

Dalam buku Kada Disedan Sarung Ditoke’ Tambane Baka (Amanah dan Pesan Leluhur Toraja), Drs. Daniel Tulak menjelaskan bahwa pada awalnya To Mangraruk Tongkonan (pendiri tongkonan) sekaligus menjadi To Tumoke’ Buria’, yaitu orang yang memelihara tongkonan, bertanggung jawab ke dalam dan ke luar, serta tinggal di rumah tongkonan.

Kini, para pemangku tongkonan memegang tiga prinsip:

1. ngelola tongkonan dengan semangat misa’ kada dipotuo, pantan kada dipomate;

Iklan

2. menjaga dan melestarikan tongkonan; dan

3. membangun tongkonan untuk dipergunakan oleh seluruh bati’ ta uk bulaan lalosu kandaurena Pong Sampun dan Lai’ Bulaan.

Dari seorang pembuka kampung yang memilih gendang ketimbang emas, Tongkonan Kalolok Pong Sampun terus berdiri sebagai pengingat bahwa keberanian, kejujuran, dan persatuan adalah warisan yang paling berharga. []

Opini: Dr. Lince Bulutoding, SE., M.Si., Ak., CA., PCIF., SAS, Dosen Akuntansi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

 

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.