Iklan
Nasional

Perjalanan Karier Listyo Sigit Prabowo: Dari Kapolres Hingga KSP

Mengulas perjalanan karier Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari perwira menengah, Kapolda Banten, Kabareskrim, hingga memimpin institusi Kepolisian.

Perjalanan Karier Listyo Sigit Prabowo: Dari Kapolres Hingga KSP
Foto: Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo (Sumber: Istimewa)

Perjalanan profesional Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo mencerminkan tangga kepemimpinan yang berkesinambungan di ranah penegakan hukum dan birokrasi negara. Sejak mengemban kepemimpinan teritorial di tingkat daerah hingga menduduki posisi puncak Korps Bhayangkara dan lingkungan kepresidenan, setiap fase penugasannya membentuk kapasitas manajerial institusi yang tangguh.

Kapolres Pati (2009)

Karier kepemimpinan teritorial Listyo Sigit Prabowo menguat saat ia dipercaya memimpin Kepolisian Resor Pati pada tahun 2009. Selama bertugas di wilayah Jawa Tengah ini, ia mengedepankan pendekatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berbasis pada dialog kemitraan. Pengalaman memimpin polres tipe perwira menengah menjadi kawah candradimuka awal dalam mengelola dinamika sosial di tingkat kabupaten.

Kapolresta Surakarta (2011)

Pada tahun 2011, ia mendapat amanah sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta. Penugasan di Kota Solo memperluas skala tanggung jawab kepemimpinannya dalam mengamankan pusat kebudayaan dan dinamika politik daerah yang dinamis. Sinergi lintas instansi yang dibangun di wilayah ini menjadi fondasi penting bagi rekam jejak manajerialnya di jenjang karier berikutnya.

Ajudan Presiden Republik Indonesia (2014)

Karier Listyo Sigit memasuki ranah strategis tingkat nasional ketika terpilih menjadi Ajudan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tahun 2014. Penugasan mengawal orang nomor satu di Indonesia ini menuntut tingkat disiplin, kordinasi antarlembaga, serta kecermatan tinggi. Posisi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tata kelola pemerintahan pusat dan dinamika kebijakan negara.

Iklan

Kapolda Banten (2016–2018)

Promosi jabatan membawa Listyo Sigit memimpin Kepolisian Daerah Banten pada rentang tahun 2016 hingga 2018. Sebagai Kapolda, ia fokus pada pemeliharaan stabilitas wilayah yang menjadi pintu gerbang barat Pulau Jawa serta merajul pendekatan harmonis dengan para ulama dan tokoh masyarakat lokal. Pendekatan persuasif ini terbukti efektif menjaga iklim kondusif di wilayah hukum Banten.

Kadiv Propam Polri (2018–2019)

Ditarik ke Markas Besar Polri, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) pada tahun 2018. Jabatan ini menempatkannya sebagai pengawas utama integritas internal personel kepolisian. Di bawah kepemimpinannya, Divisi Propam memperketat pengawasan etika profesi serta penegakan disiplin demi menjaga kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara.

Kabareskrim Polri (2019–2021)

Pada akhir 2019, Listyo Sigit dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Pada posisi ini, ia memimpin pengungkapan berbagai kasus hukum berprofil tinggi nasional, termasuk penangkapan buronan kasus pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra. Rekam jejak keberhasilan penegakan hukum tersebut mendapat apresiasi langsung dari Mabes Polri melalui keterangan resmi Argo Yuwono, yang menilai Listyo Sigit sebagai sosok terbaik berdasarkan sederet prestasi yang diraihnya.

Kapolri (2021–2026)

Puncak kariernya di kepolisian diraih ketika dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Januari 2021. Mengusung konsep transformasi "Presisi" (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), ia memimpin modernisasi pelayanan publik kepolisian, digitalisasi penegakan hukum, serta penataan organisasi hingga akhir masa baktinya pada tahun 2026.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) (2026–sekarang)

Pascapurnatugas dari institusi kepolisian, pengabdian Listyo Sigit berlanjut di sektor pemerintahan sipil sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Dalam peran baru ini, ia bertanggung jawab mengendalikan program-program strategis nasional serta memberikan dukungan analisis politik dan birokrasi kepada Presiden, menandai babak baru dalam pengabdian publiknya bagi negara.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.