Iklan
Nasional

Transformasi MBG 2.0, Kepala BGN Sudaryono Beberkan Strategi Bangun System Trust

Kepala BGN Sudaryono membeberkan strategi besar transformasi Program MBG 2.0 merespons pertanyaan Prof. Gema terkait keberlanjutan dan transparansi program.

Transformasi MBG 2.0, Kepala BGN Sudaryono Beberkan Strategi Bangun System Trust
Foto: Kepala BGN, Sudaryono ( Sumber : Istimewa).

Ringkasan Berita:

  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membeberkan strategi transformasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2.0 usai mendapat masukan dari Prof. Gema terkait keberlanjutan (sustainability) program.
  • ​Sudaryono menegaskan BGN berfokus membangun trust in system ketimbang trust in person melalui digitalisasi terintegrasi, pemantauan CCTV, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI).
  • ​Sasaran penerima manfaat MBG 2.0 tetap mencakup kelompok luas mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga pelajar tingkat PAUD sampai SMA, didukung transparansi komunikasi publik.

JAKARTA, semualini.com – Diskusi mengenai arah transformasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2.0 menjadi sorotan utama dalam upaya penguatan ketahanan gizi nasional. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjawab langsung berbagai masukan dari akademisi Gema Goeyardi mengenai keberlanjutan (sustainability) program, jangkauan sasaran penerima manfaat, hingga strategi komunikasi publik.

Dalam sesi diskusi tersebut, Gema menyampaikan apresiasinya atas langkah reformasi MBG 2.0 yang dinilai memiliki tujuan fundamental yang baik dan patut dipertahankan, sebagaimana penerapan program serupa di berbagai negara maju. 

Namun, ia mempertanyakan langkah konkret BGN dalam menjamin agar mekanisme program tetap berjalan konsisten meski terjadi pergantian kepemimpinan di masa mendatang.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa orientasi utama BGN saat ini adalah menciptakan trust in system (kepercayaan pada sistem) dan bukan trust in person (kepercayaan pada figur individu).

Menurutnya, program berskala nasional yang menyasar jutaan masyarakat harus ditopang oleh fondasi manajemen yang kokoh agar tidak terpengaruh oleh dinamika kepemimpinan.

"Program berskala besar ini harus memiliki sistem manajemen yang kuat. Fokus utama BGN adalah membangun trust in system, bukan trust in person, sehingga program tetap berjalan dengan baik siapa pun yang memimpin BGN di masa mendatang," kata Kepala BGN Sudaryono, Kamis (29/10/2026).

Iklan

Sudaryono menjelaskan bahwa BGN tengah merancang dan mengimplementasikan ekosistem digital terintegrasi dari hulu ke hilir. 

Sistem ini mencakup pembaruan standar operasional prosedur (SOP) dapur, pengawasan langsung melalui jaringan CCTV, akuntabilitas pelaporan keuangan, keandalan rantai distribusi makanan, serta pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk pengawasan yang transparan dan efisien.

Terkait cakupan sasaran, Sudaryono menyampaikan bahwa penerima manfaat MBG 2.0 tidak dikurangi. 

Program ini tetap menjangkau kelompok rentan dan peserta didik secara luas, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga murid jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA. 

Langkah ini didasari oleh realitas lapangan di berbagai daerah yang masih menghadapi tantangan gizi ganda, yakni masalah tengkes (stunting) sekaligus kerawanan pangan.

Selain penguatan sistem dan cakupan wilayah, Sudaryono menyambut positif masukan Prof. Gema untuk meningkatkan transparansi melalui media sosial. 

BGN berkomitmen untuk rutin mempublikasikan aktivitas operasional dapur MBG, rincian menu harian yang disajikan, hingga testimoni nyata dari siswa penerima manfaat agar masyarakat dapat mengawal keterbukaan program secara langsung.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.