Konsultasi Pembangunan Bangsa, Prabowo Terbuka Berdialog dengan Para Mantan Presiden
Presiden Prabowo Subianto membantah tudingan sebagai presiden boneka dan menegaskan pentingnya konsultasi dengan para mantan presiden, termasuk Megawati dan SBY.

Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto membantah tegas tuduhan bahwa dirinya dikendalikan oleh Joko Widodo sebagai "presiden boneka".
- Prabowo menganggap konsultasi dan meminta saran kepada presiden terdahulu sebagai tindakan seorang pemimpin yang bijak.
- Ia secara terbuka menyatakan tidak keberatan untuk bertemu dan meminta pandangan dari para tokoh bangsa seperti Megawati, SBY, hingga Jokowi.
JAKARTA — Di tengah pidatonya yang menyinggung sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia melawan penindasan imperialisme, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan dan kebijaksanaan para pemimpin nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk selalu berkonsultasi dan bertukar pikiran dengan tokoh-tokoh bangsa yang pernah memimpin Indonesia.
Pernyataan ini dilontarkan Prabowo untuk membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai "Presiden Boneka" yang dikendalikan oleh pendahulunya, Joko Widodo.
Ia menegaskan bahwa konsultasi antar-pemimpin adalah hal yang wajar dan merupakan wujud kebijaksanaan dalam mengelola negara.
"Saya dibilang presiden boneka, dikendalikan oleh Pak Jokowi. Seolah Pak Jokowi tiap malam telepon saya. Saya katakan itu tidak benar. Bahwa kita konsultasi, ya, itu seorang pemimpin yang bijak," tegas Prabowo di hadapan jajaran menteri kabinet dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Selasa (13/10/2026).
Prabowo menekankan bahwa dirinya tidak segan untuk meminta saran dan pandangan dari para pendahulunya yang telah memiliki pengalaman puluhan tahun memimpin negara.
Menariknya, ia menyebutkan sejumlah nama tokoh, termasuk Megawati Soekarnoputri, sebagai sosok yang ia hargai dan terbuka untuk diajak berdialog.
"Beliau (Jokowi) 10 tahun berkuasa. Saya menghadap beliau, tidak ada masalah. Saya menghadap Pak SBY, tidak ada masalah. Saya menghadap Ibu Mega, tidak ada masalah," ungkapnya.
"Kalau bisa menghadap Gus Dur, kita silakan. Menghadap Pak Harto, Bung Karno, kalau bisa. Minta pandangan, minta saran." tambahnya.
Menurut Prabowo, proses transisi pemerintahan yang berjalan damai dan lancar merupakan kunci stabilitas nasional.
Oleh karena itu, menjalin komunikasi yang baik dengan para tokoh bangsa adalah langkah penting untuk merawat kerukunan dan kemajuan Indonesia di tengah tantangan global yang tidak menentu.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



