Nasional

MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Magnet Sport Tourism Dunia

Kesuksesan ajang balap internasional MotoGP Mandalika 2026 kian mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) berkelas dunia.

MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Magnet Sport Tourism Dunia
Foto: Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana menonton gelaran balap Moto GP. (Sumber : Dok Humas Kemenpar).

LOMBOK - Keberhasilan penyelenggaraan ajang balap motor internasional MotoGP Mandalika 2026 kembali mengukuhkan posisi Indonesia di peta pariwisata global. 

Perhelatan akbar di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini dinilai sukses besar dalam memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) berkelas dunia.

Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa ajang bergengsi ini memberikan dampak ganda (multiplier effect) yang signifikan bagi sektor ekonomi dan pariwisata nasional. 

Hal tersebut disampaikannya menyusul selesainya rangkaian balapan yang menyedot perhatian penonton domestik maupun mancanegara.

Menpar Widiyanti menyoroti besarnya potensi pariwisata berbasis olahraga jika dikelola dengan sinergi yang tepat dari berbagai pihak.

"Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik," ungkap Widiyanti, Minggu (11/10/2026).

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Kehadiran MotoGP tidak hanya menjadi pesta bagi para pencinta otomotif, tetapi juga menjadi urat nadi penggerak perekonomian warga sekitar. 

“Selama pekan balapan berlangsung, tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel dan homestay di sekitar kawasan Mandalika dilaporkan melonjak drastis,” kata Menpar.

Di akar rumput, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan suvenir, kuliner lokal, hingga penyedia jasa sewa kendaraan turut mencatatkan lonjakan omzet yang tajam. 

“Momentum ini membuktikan bahwa sport tourism mampu memberdayakan ekonomi masyarakat NTB secara langsung,” Ujar Widiyanti.

Selain dampak ekonomi jangka pendek, MotoGP Mandalika juga bertindak sebagai medium promosi gratis yang masif. 

Jutaan pasang mata dari berbagai negara yang menyaksikan tayangan balapan secara otomatis disuguhi pesona keindahan alam pesisir selatan Pulau Lombok.

Cetak Biru Pariwisata Masa Depan

Pemerintah berharap kesuksesan di Mandalika tidak sekadar menjadi euforia tahunan. 

“Sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, investor, serta masyarakat setempat dituntut untuk terus dipertahankan guna menjaga keberlangsungan ekosistem pariwisata di kawasan tersebut,” kata Menpar.

Kesuksesan ajang balap tahun 2026 ini sekaligus diproyeksikan menjadi cetak biru (blueprint) bagi daerah-daerah lain di Nusantara. Dengan memetakan dan mengembangkan potensi sport tourism lokal masing-masing wilayah, target pemerintah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia diyakini dapat segera terwujud.

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.