Olahraga

Konflik Timur Tengah Memanas, PSSI Kaji Ulang Jadwal Timnas Indonesia

PSSI tengah mengkaji ulang jadwal laga Timnas Indonesia di Timur Tengah, termasuk melawan Yordania, menyusul memanasnya situasi geopolitik di kawasan tersebut.

Konflik Timur Tengah Memanas, PSSI Kaji Ulang Jadwal Timnas Indonesia
Foto: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat Konfrensi Pers terkait pertandingan Timnas Indonesia VS Yordania. (Sumber : Tangkapan Layar tiktok skor.id).

Ringkasan Berita:

  • PSSI tengah meninjau ulang rencana pertandingan Timnas Indonesia di kawasan Timur Tengah akibat situasi keamanan yang memburuk.
  • ​Erick Thohir menegaskan keselamatan dan keamanan pemain adalah prioritas utama, melampaui jadwal pertandingan yang telah disepakati.
  • ​Jika garansi keamanan tidak terpenuhi, PSSI siap membatalkan laga di Timur Tengah dan mencari lawan tanding pengganti di negara lain.

JAKARTA — Situasi geopolitik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah memaksa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengambil langkah antisipatif. 

Jadwal laga uji coba dan pertandingan internasional Timnas Indonesia yang semula direncanakan digelar di wilayah tersebut kini tengah ditinjau ulang demi keselamatan para pemain.

​Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menjalin kesepakatan dengan beberapa negara Timur Tengah untuk menggelar pertandingan. 

Salah satu laga yang terdampak adalah pertandingan melawan Yordania yang rencananya akan dihelat pada 13 November di Amman International Stadium, disusul dengan beberapa agenda lain pada bulan Januari mendatang.

​"Sebenarnya kita sudah punya kesepakatan dengan beberapa negara Timur Tengah untuk menghadapi (laga) bulan Januari. Tapi memang kondisi Timur Tengah hari ini cukup memprihatinkan," ujar Erick Thohir saat ditemui pada Selasa (13/10/2026).

​Mantan Presiden Inter Milan tersebut menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan seluruh official, pelatih, serta pemain Timnas Indonesia adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. 

PSSI tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun di tengah situasi konflik yang belum mereda.

​Sebagai langkah taktis, PSSI saat ini tengah membuka komunikasi intensif dengan negara-negara calon lawan tersebut untuk memastikan kesiapan dan garansi keamanan mereka sebagai tuan rumah.

​"Satu-dua hari ke depan kita sedang menghubungi negara-negara yang tadinya kita sudah bersepakat. Kondisi keamanannya seperti apa? Kalau mereka sendiri merasa tidak bisa menggaransi, ya terpaksa kita harus cari lawan tanding lain di negara lain," tegas Erick.

​Erick juga menyoroti bahwa kekhawatiran serupa tidak hanya dirasakan oleh Indonesia. 

Beberapa negara besar di kawasan Asia, seperti Australia dan Korea Selatan, yang memiliki jadwal pertandingan di Timur Tengah, dilaporkan tengah mempertimbangkan ulang rencana mereka.

​Meski menyadari bahwa mencari lawan tanding pengganti dalam waktu kurang dari satu bulan adalah hal yang sangat kompleks dan tidak mudah, PSSI tetap akan memprioritaskan keamanan pemain di atas segalanya. 

"Keamanan saya rasa utama buat pemain kita," pungkasnya.

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.