Humoris Tapi Garang, AKBP Condro Sasongko Resmi Jabat Kapolresta Solo
Profil dan rekam jejak AKBP Condro Sasongko, polisi jenaka berprestasi yang resmi ditunjuk menjadi Kapolresta Solo dalam mutasi Polri terbaru.

JAKARTA - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo kini memiliki pemimpin baru. Berdasarkan mutasi Polri terbaru yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP./2026 tertanggal 10 Oktober 2026, AKBP Condro Sasongko secara resmi ditunjuk sebagai Kapolresta Solo.
Penunjukan ini menggantikan posisi Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo yang kini dimutasi menjadi Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Madya Tk. III Divkum Polri.
Seiring dengan jabatan barunya di Surakarta ini, Condro Sasongko juga akan mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Komisaris Besar (Kombes) Polisi.
Sosok Candro Sasongko sendiri cukup menarik perhatian publik. Selama menjabat sebagai Kapolres Serang pada 2024 hingga 2026, ia dikenal sebagai polisi yang jenaka dan sangat mudah membaur dengan masyarakat.
Namun, di balik sikap humorisnya, pria kelahiran Trenggalek tahun 1979 ini memiliki rekam jejak yang garang dalam memberantas kejahatan kerah putih dan sindikat kriminal.
Atlet Judo yang Jadi Reserse Ulung Sebelum menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2001, Condro merupakan seorang Bintara Polisi sekaligus atlet judo kebanggaan yang kerap berlaga di kancah nasional hingga internasional.
Lulus dari Akpol pada 2005, kariernya terus meroket, terutama saat ditugaskan di bidang reserse kriminal.
Namanya semakin melambung saat ia bertugas di Ditreskrimsus Polda Banten. Condro tercatat sukses membongkar berbagai kasus besar yang menjadi atensi pimpinan Polri dan menyangkut hajat hidup orang banyak.
Pada akhir 2021, ia menggerebek pabrik sampo palsu di Tangerang dan menindak tegas mafia yang mempermainkan harga minyak goreng curah di tengah krisis.
Tak berhenti di situ, Condro juga sukses membongkar kecurangan SPBU yang menggunakan remote control untuk mencuri takaran BBM, penyelewengan 550 ton beras Bulog bersubsidi, hingga menindak 31 kasus tambang ilegal yang diklaim sebagai rekor pengungkapan tertinggi se-Indonesia.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yuliyanto, menyatakan bahwa mutasi dan rotasi di tubuh Polri adalah langkah wajar untuk penyegaran organisasi dan pembinaan karier.
“Kami mengucapkan selamat kepada para pejabat yang mendapat amanah baru, semoga dapat segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas serta tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” ungkap Yuliyanto.
Kini, warga Solo menanti gebrakan dari sang mantan atlet judo yang gemar bercanda namun tak kenal kompromi terhadap pelanggar hukum ini.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



