Bahlil dan Pigai Puncaki Daftar Menteri Berkinerja Terburuk Versi CELIOS
Bahlil Lahadalia dan Natalius Pigai mendapat rapor merah sebagai menteri dengan kinerja terburuk versi survei CELIOS pada evaluasi dua tahun pemerintahan.

Ringkasan Berita:
- CELIOS merilis rapor evaluasi kabinet, menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri dengan kinerja paling buruk.
- Natalius Pigai dan Raja Juli Antoni membuntuti Bahlil di urutan kedua dan ketiga rapor merah.
- Survei yang melibatkan pakar dan publik ini memicu desakan perlunya evaluasi hingga perombakan menteri.
JAKARTA — Center of Economic and Law Studies (CELIOS) baru saja merilis rapor kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Hasilnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dinobatkan sebagai pejabat dengan kinerja terburuk.
Dalam rilis laporan tersebut, Bahlil memperoleh skor terendah di angka -159. Posisinya dibuntuti ketat oleh Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang mendapat skor -158, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di peringkat ketiga dengan skor -103.
"Skor negatif ini menunjukan bahwa ketiganya jauh lebih sering dinilai buruk, sehingga layak menjadi prioritas evaluasi dan reshuffle (perombakan kabinet)," tulis dokumen laporan kinerja CELIOS yang dikutip Senin (12/10/2026).
Ketiga nama tersebut memiliki celah skor yang terlampau jauh jika dibandingkan dengan pejabat lain di sepuluh besar daftar rapor merah ini.
Di posisi keempat terdapat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (-47), diikuti Menko Pangan Zulkifli Hasan (-43), dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid (-24). Nama lain yang turut masuk daftar adalah Pratikno (-17), Saifullah Yusuf (-17), Muhaimin Iskandar (-16), hingga Fadli Zon (-16).
Rapor Merah dari Pakar dan Publik Buruknya capaian para menteri ini tak lepas dari rendahnya penilaian kabinet secara keseluruhan.
Secara rata-rata, Kabinet Merah Putih hanya memperoleh nilai 2,9 dari 10 menurut kalangan ahli, dan 4,7 dari 10 dari kacamata masyarakat umum.
Tercatat 69 persen responden ahli memberi ponten 1 hingga 3 untuk kinerja kabinet ini. Di tingkat masyarakat umum, sentimen negatif juga dominan dengan 40 persen responden memberi nilai rendah (1-3), berbanding jauh dari yang memberi nilai 8 hingga 10 yang hanya sebesar 20 persen.
Sebagai informasi, penilaian survei ini mengukur selisih antara sentimen publik terbaik dan terburuk terhadap performa para pembantu presiden.
CELIOS melibatkan 129 responden ahli dan lebih dari 1.100 responden masyarakat umum pada tahun 2026, yang dilaksanakan persis pasca-perombakan pos Kementerian Keuangan.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



