Depok

Kunjungi Tirta Asasta Depok, RSUI Jajaki Potensi Kolaborasi Strategis

Manajemen RSUI melakukan kunjungan kerja ke PT Tirta Asasta Depok guna membahas peluang kolaborasi, sembari meninjau ketatnya uji laboratorium air.

Kunjungi Tirta Asasta Depok, RSUI Jajaki Potensi Kolaborasi Strategis
Foto: PDAM Tirta Asasta (Sumber : Istimewa)

Ringkasan Berita:

  • Dirut RSUI melakukan kunjungan ke PT Tirta Asasta Depok untuk membahas potensi kolaborasi kelembagaan.
  • Pertemuan strategis ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara sektor kesehatan dan penyedia air bersih.
  • Tirta Asasta menjamin air yang disalurkan aman karena wajib melewati uji laboratorium berlapis selama 24 jam.

DEPOK — Dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan antar-instansi di Kota Depok, jajaran manajemen Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) melakukan kunjungan kerja strategis ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Depok.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Utama RSUI, dr. Kusuma Januarto, dan disambut hangat oleh Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok, Sudirman. 

Pertemuan tatap muka ini menjadi ajang bagi kedua institusi untuk saling mengenal lebih dalam dan memetakan potensi kerja sama lintas sektor.

"Pertemuan tersebut tak lain untuk membahas profil dan peran masing-masing institusi, program kelembagaan, serta potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan dalam mendukung hubungan dan kerja sama antar-instansi," ungkap Sudirman, Senin (12/10/2026).

Sudirman optimis, kunjungan perwakilan RSUI ini akan menjadi batu loncatan yang baik untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membuka gerbang peluang kerja sama yang konkret dan berkelanjutan antara layanan kesehatan dan penyedia air bersih tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, PT Tirta Asasta turut memaparkan komitmen mereka dalam menjaga baku mutu air yang didistribusikan ke masyarakat. 

Untuk menjamin air yang mengalir ke pelanggan bebas dari kuman dan bakteri berbahaya, perusahaan memberlakukan standar uji laboratorium yang ketat, baik sebelum maupun sesudah distribusi.

Analis Laboratorium PT Tirta Asasta Depok, Tanti Indriati, merinci proses panjang pengujian air tersebut yang melewati tiga tahap sterilisasi utama: ruang timbang, ruang microbiology, hingga ruang spektrofotometer.

"Sebelum air disalurkan ke pelanggan harus masuk ke ruang timbang terlebih dahulu untuk direaksikan dengan bahan kimia. Setelah itu masuk ke ruang microbiology untuk menguji bakteri, dan terakhir ruang spektrofotometer untuk mendeteksi kandungan logam atau benda asing," jelas Tanti.

Tak hanya menguji kandungan tak kasat mata, parameter fisik seperti warna, kejernihan, dan bau air juga menjadi perhatian utama. 

Seluruh proses pengujian laboratorium ini memakan waktu 1x24 jam penuh demi memastikan akurasi hasil analisis yang tinggi.

Tanti menegaskan bahwa pihak Tirta Asasta memiliki standard operating procedure (SOP) yang melarang keras distribusi air jika gagal melewati uji laboratorium.

"Uji lab kami lakukan sebelum dan sesudah air disalurkan ke pelanggan. Jika ada temuan, langsung kami laporkan ke bagian instalasi untuk ditarik dan diolah kembali," tegasnya menggaransi keamanan air bagi pelanggan di Depok.

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.