Danantara Targetkan Tutup 750 BUMN hingga Akhir 2026, Ini Rincian Skemanya
BPI Danantara menargetkan penutupan 750 BUMN beserta anak usahanya hingga akhir 2026 melalui konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi.

Ringkasan Berita:
- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan penutupan sekitar 750 entitas BUMN beserta anak usahanya hingga akhir 2026.
- Penutupan dan perampingan tersebut ditempuh melalui empat skema utama, yaitu konsolidasi, merger (penggabungan), divestasi, dan likuidasi.
- Danantara menargetkan perampingan masif tersebut akan menyisakan 250 perusahaan BUMN, bahkan dibidik menjadi kurang dari 200 perusahaan pada tahap akhir.
JAKARTA, semualini.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membeberkan langkah taktis dalam merestrukturisasi portofolio perusahaan milik negara.
Danantara menargetkan penutupan sedikitnya 750 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak dan cucu usahanya hingga akhir tahun 2026.
Langkah efisiensi masif ini diambil untuk menyederhanakan tata kelola serta mengikis beban operasional (overhead) perusahaan pelat merah yang dinilai terlalu gemuk.
COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa perampingan ratusan entitas usaha tersebut akan dijalankan melalui empat mekanisme utama.
"Penutupan BUMN dilakukan melalui konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi," ungkap COO Danantara, Dony Oskaria, saat membeberkan strategi restrukturisasi BUMN di Jakarta.
Dony menuturkan bahwa pada tahap awal penataan, Danantara akan mempercepat penggabungan ratusan entitas agar fokus bisnis dan kinerja operasional perusahaan BUMN menjadi jauh lebih efektif serta kompetitif.
"Dalam waktu dekat, sebanyak 200 BUMN akan dikonsolidasikan agar operasional berjalan lebih efektif," ujar Dony Oskaria.
Ia mencontohkan perampingan pada sektor kawasan industri. Dari yang sebelumnya terdapat 23 perusahaan kawasan industri yang berdiri sendiri-sendiri, nantinya akan dikonsolidasikan penuh di bawah satu payung holding.
"Untuk perusahaan kawasan industri, dari 23 perusahaan akan digabungkan hanya menjadi satu perusahaan," jelas Dony memaparkan integrasi sektor tersebut.
Skema serupa juga diterapkan pada sektor manajemen aset, perasuransian, hingga lini bisnis perhotelan.
Danantara mencatat dari 16 perusahaan asuransi BUMN akan dipangkas hingga tersisa 3 perusahaan saja, sedangkan lima perusahaan manajemen aset akan dilebur menjadi satu entitas. Di sektor perhotelan, aset ribuan unit hotel milik BUMN juga akan dikelola secara terpusat.
"Kita juga memiliki 1.200 hotel yang sekarang berada di bawah satu perusahaan. Jadi, semua perusahaan ini kami satukan," terang Dony.
Melalui langkah konsolidasi dan perampingan skala besar ini, Danantara optimistis struktur BUMN Indonesia akan jauh lebih ramping, sehat, dan mampu menyumbangkan deviden optimal bagi kas negara.
"Pada tahap akhir, jumlahnya akan menjadi 250 perusahaan, dan saat ini kami menargetkan jumlahnya bisa kurang dari 200 perusahaan," kata Dony menegaskan target akhir efisiensi BUMN.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



