Iklan
Nasional

Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN Merugi Hingga Desember 2026, 364 Sudah Dikonsolidasi

Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan 700 BUMN dan anak usahanya yang merugi hingga akhir tahun 2026 demi efisiensi dan transparansi keuangan negara.

Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN Merugi Hingga Desember 2026, 364 Sudah Dikonsolidasi
Foto: Prabowo Targetkan Tutup 700 BUMN Merugi Hingga Desember 2026, 364 Sudah Dikonsolidasi. (Sumber : Tangkapan Layar Youtube Setpres).

Ringkasan Berita:

  • Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa sebanyak 364 BUMN serta anak-cucu usahanya telah digabung maupun ditutup dalam program konsolidasi.
  • ​Pemerintah menargetkan pemangkasan hingga 700 perusahaan pelat merah yang berkinerja tidak sehat dan merugi sampai akhir Desember 2026.
  • ​Pemangkasan difokuskan pada BUMN yang tidak efisien, merugi secara terus-menerus, serta terbukti melakukan manipulasi atau pembuatan laporan keuangan palsu.

JAKARTA, semualini.com – Langkah tegas dan radikal ditempuh Pemerintah Pusat dalam merestrukturisasi portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk terus memangkas dan menutup perusahaan-perusahaan pelat merah beserta anak-cucu usahanya yang dinilai tidak efisien, terus menerus menderita kerugian, hingga yang memanipulasi laporan keuangan.

​Pernyataan menohok tersebut disampaikan Kepala Negara dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 yang berlangsung di JIExpo Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

​Presiden Prabowo membeberkan bahwa dari total lebih dari 1.000 BUMN dan anak perusahaan yang terdata, pemerintah telah melakukan pemetaan dan tindakan tegas terhadap ratusan entitas usaha yang menjadi beban keuangan negara.

​"Dari 1.000 BUMN, 1.074 kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining kurang lebih 364 sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 akan kita tutup," tegas Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan progres efisiensi BUMN.

​Presiden mengklaim bahwa dalam dua tahun masa kepemimpinannya, program pembersihan BUMN telah membuahkan hasil nyata. 

Iklan

Perusahaan yang selama ini menjadi parasit dengan mencetak kerugian beruntun langsung dieksekusi penutupannya, sementara perusahaan yang memiliki prospek bisnis berhasil disehatkan hingga mencetak lonjakan laba bersih secara signifikan.

​"Kita buktikan dua tahun kita bekerja, sudah kita buktikan BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup, yang tadinya tidak bisa untung sekarang sudah untung. Ada yang untung 900%, ada yang 200%, 300%. Kita bertekad untuk efisiensi," ujar Presiden menambahkan.

​Lebih lanjut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran direksi dan manajemen BUMN untuk tidak lagi mempermainkan tata kelola perusahaan (good corporate governance), terutama menyangkut transparansi penyusunan laporan keuangan.

​"Yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup," seru Prabowo menegaskan batas toleransi pemerintah terhadap praktik manipulasi di BUMN.

​Selain pembenahan internal BUMN, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam nasional demi kemakmuran rakyat secara optimal. 

Ia menyinggung langkah pemerintah yang tengah mengejar puluhan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk diaudit serta diuji melalui studi internasional independen guna memastikan kalkulasi pasti mengenai besaran cadangan mineral dan tambang yang dimiliki Indonesia.

​Langkah pemangkasan massal BUMN ini diharapkan tidak hanya menghentikan kebocoran anggaran negara, namun juga mendorong entitas BUMN tersisa agar makin profesional, berdaya saing global, serta memberikan kontribusi deviden maksimal bagi kas negara.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.