Iklan
Nasional

Bandingkan dengan Nikel, Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Hilirisasi Kratom Siap Diresmikan Maret 2027

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan meresmikan hilirisasi komoditas kratom dan kemenyan pada Maret 2027.

Bandingkan dengan Nikel, Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Hilirisasi Kratom Siap Diresmikan Maret 2027
Foto: Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. (Sumber : Antara).

Ringkasan Berita:

  • Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana meresmikan hilirisasi kratom dan kemenyan pada Maret 2027.
  • Hilirisasi dua komoditas sektor pertanian ini diproyeksikan bernilai hingga puluhan miliar dolar AS, disetarakan dengan keberhasilan program hilirisasi nikel.
  • Langkah ini diawali dengan pengoperasian Research Center genome sequencing di Toba, Sumatera Utara, untuk mengolah bahan herbal dan obat-obatan.

JAKARTA, semualini.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, membeberkan agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait keberlanjutan program hilirisasi nasional. 

Pemerintah kini mengarahkan fokus pengembangan pada komoditas hasil pertanian dan kehutanan, yakni kratom dan kemenyan, yang ditargetkan mulai diresmikan pada Maret 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut usai menghadiri rangkaian pertemuan terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (20/10/2026). 

Ia menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tidak lagi terbatas pada sektor pertambangan dan energi semata, melainkan merambah ke sektor pertanian dan bahan obat alami.

"Mengenai hilirisasi kita masih berlanjut, jadi kita akan nanti Presiden akan mungkin meresmikan Research Center mengenai genome sequencing di Toba," kata Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan.

Luhut menjelaskan, keberadaan pusat riset pengurutan genetik (genome sequencing) di Toba, Sumatera Utara, bakal menjadi pilar utama untuk mengolah potensi bahan alam dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Dua komoditas lokal utama yang disasar untuk pengolahan tingkat lanjut adalah tanaman kratom yang melimpah di Pulau Kalimantan serta komoditas kemenyan.

"Di mana itu ada dua yang akan hilirisasi dari pertanian yaitu, satu adalah kratom. Yang kedua, yang ada banyak di Kalimantan yang bisa menjadi obat. Kedua adalah mengenai kemenyan," ujar Luhut menambahkan.

Iklan

Menurut penilaian Dewan Ekonomi Nasional, nilai potensi pasar dari pengolahan produk turunan kratom dan kemenyan sangat besar di tingkat global. 

Pasar internasional dinilai sangat membutuhkan bahan baku herbal berkualitas tinggi untuk industri farmasi, kesehatan, hingga wewangian.

Luhut bahkan menyetarakan proyeksi nilai ekonomi dari hilirisasi kedua komoditas tanaman ini dengan kebijakan hilirisasi bijih nikel yang pernah digencarkan pada dekade sebelumnya.

"Dua-dua barang ini saya pikir kami lihat market nanti Anda bisa Google juga bisa juga beberapa miliar atau berapa puluh miliar dolar downstreaming-nya. Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu," tegas Luhut.

Sektor hilirisasi pertanian ini dinilai sebagai terobosan dan kemajuan baru dalam struktur perekonomian nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. 

Pemerintah saat ini tengah merampungkan seluruh kesiapan infrastruktur riset dan regulasi pendukung agar peluncuran resmi dapat berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

"Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi, kemenyan. Ini saya kira juga kemajuan lain ya persiapan kami untuk ini segera bisa digelar," kata Luhut menaruh harapan besar pada proyek ini.

Apabila seluruh tahap persiapan teknis di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan, Presiden Prabowo dijadwalkan bakal meresmikan secara langsung fasilitas dan dimulainya operasional hilirisasi tersebut pada awal tahun depan.

"Dan Presiden bersedia nanti kalau semua sesuai dengan rencana pada bulan Maret tahun depan akan meresmikan ini," pungkas Luhut menutup keterangannya.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.