Iklan
Iklan
Ekonomi

Pasokan LNG Timur Tengah Terganggu, Indonesia Berpeluang Perluas Pasar Asia

Gangguan pasokan LNG Timur Tengah membuka peluang Indonesia memperluas pasar Asia di tengah upaya negara importir mencari sumber energi alternatif.

Pasokan LNG Timur Tengah Terganggu, Indonesia Berpeluang Perluas Pasar Asia
Foto: LNG. (Sumber: REUTERS/Issei Kato/File Photo)

Semualini.com, Jakarta - Gangguan pasokan gas alam cair (LNG) dari kawasan Teluk akibat konflik di Timur Tengah mendorong sejumlah negara Asia mencari sumber pasokan alternatif. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar LNG di kawasan, terutama ketika negara importir mulai memperhatikan keberagaman pemasok dan jalur pengiriman.

Kepala Pusat Kerja Sama Regional Badan Energi Internasional (IEA) di Singapura Sue-Ern Tan mengatakan perubahan kondisi pasar membuat sejumlah pemerintah tidak hanya mempertimbangkan diversifikasi pemasok, tetapi juga jalur distribusi energi.

“Banyak pemerintah kini berpikir bukan hanya tentang diversifikasi pemasok, tetapi juga diversifikasi jalur pasokan,” kata Sue-Ern Tan dalam konferensi Gastech, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (22/9/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan pertimbangan negara-negara importir LNG setelah gangguan pasokan dari kawasan Teluk. Selain mencari sumber gas baru, negara pembeli juga perlu memastikan jalur pengiriman tetap tersedia apabila terjadi gangguan pada rute utama.

Negara Asia Cari Sumber LNG Alternatif

Gangguan pada pasokan LNG dari Timur Tengah mendorong sejumlah pembeli di Asia mencari pemasok alternatif. Thailand, melalui perusahaan energi PTT, disebut tengah mencari pasokan dari Oman, Amerika Utara, dan Afrika Barat.

Sementara itu, Bangladesh mulai mempertimbangkan Indonesia, Australia, dan China sebagai sumber LNG alternatif. Sebelumnya, Bangladesh mengandalkan Qatar untuk sebagian besar kebutuhan LNG impornya.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa gangguan pada salah satu pusat produksi dan perdagangan LNG dapat memengaruhi strategi pengadaan energi negara-negara Asia.

Bagi Indonesia, perubahan tersebut membuka peluang untuk menawarkan LNG kepada pembeli yang membutuhkan sumber pasokan tambahan. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada kapasitas produksi, kebutuhan domestik, kontrak ekspor yang sudah berjalan, serta kesiapan infrastruktur pengiriman.

Gangguan Pasokan Tidak Sepenuhnya Menghilangkan Pasokan Global

Gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah diperkirakan mencapai sekitar 36 juta ton. Namun, tambahan kapasitas produksi LNG baru membuat kehilangan pasokan bersih global pada tahun ini diperkirakan sekitar 5 juta ton atau sekitar 1–1,5 persen dari total pasokan LNG dunia.

Executive Vice President LNG Marketing and Trading Shell Tom Summers menyampaikan perkiraan tersebut dalam konferensi Gastech.