Iklan
Ekonomi

IHSG Dibayangi Keputusan The Fed dan Pelemahan Rupiah

IHSG dibayangi keputusan suku bunga The Fed dan tekanan rupiah. Simak proyeksi analis serta faktor yang memengaruhi pasar saham Indonesia.

IHSG Dibayangi Keputusan The Fed dan Pelemahan Rupiah
Foto: ilustrasi. harga IHSG (Sumber: Istimewa)

"Jika rupiah masih cenderung melemah, BI berpotensi akan menaikkan BI Rate pada RDG November mendatang," ujar Ratna.

Pernyataan tersebut merupakan proyeksi analis, bukan pengumuman bahwa Bank Indonesia pasti menaikkan suku bunga pada November. Keputusan mengenai suku bunga tetap bergantung pada evaluasi dan perkembangan kondisi ekonomi.

Pelemahan rupiah juga dapat memengaruhi perusahaan yang memiliki kewajiban dalam valuta asing. Perubahan nilai tukar berpotensi meningkatkan biaya impor dan memengaruhi beban operasional sejumlah emiten. 

Besarnya dampak bergantung pada struktur biaya, pendapatan, serta eksposur valuta asing masing-masing perusahaan.

Iklan

Ratna Lim memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 5.280–5.450 pada perdagangan Selasa. Rentang tersebut merupakan proyeksi analis dan bukan batas pasti pergerakan indeks.

Pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 66,16 poin atau 1,22 persen ke posisi 5.373,09. Data penutupan tersebut berbeda dari angka pembukaan Selasa karena merujuk pada sesi perdagangan yang berbeda.

Pada Senin pagi, IHSG juga sempat tercatat berada di level 5.420,98 pada pukul 09.46 WIB, atau turun 0,34 persen. Angka tersebut merupakan posisi indeks pada waktu pengamatan, bukan nilai penutupan perdagangan.

Perbedaan waktu pengambilan data perlu diperhatikan agar perkembangan IHSG tidak disalahartikan. Posisi pembukaan, pergerakan intraday, dan penutupan merupakan tiga jenis data yang berbeda.

Iklan

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.