Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Atasi Kekeringan 600 Hektare Sawah di Bekasi
Kementerian PU melalui BBWS Citarum mengoperasikan tiga pompa air guna mengatasi kekeringan 600 hektare sawah di Bekasi. Simak langkah cepat pemerintah dalam menyelamatkan panen petani di sini.

Ringkasan Berita:
- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BBWS Citarum mengoperasikan tiga unit pompa untuk mengatasi kekeringan pada 600 hektare sawah di Desa Karangharja, Kabupaten Bekasi.
- Upaya penanganan didukung oleh tambahan dua mobile pump (pompa bergerak) berkapasitas masing-masing 80 liter per detik untuk menarik air dari Sungai Citarum.
- Masyarakat dapat melapor terkait krisis air melalui Hotline Layanan Kekeringan di 0821-2117-5600 atau Posko Bencana Kekeringan di 0852-1800-5600.
BEKASI – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengambil langkah cepat guna menyelamatkan lahan pertanian dari ancaman gagal panen akibat musim kemarau panjang.
Sebanyak tiga unit pompa air resmi dioperasikan untuk mengatasi krisis air yang melanda persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kekeringan ini dilaporkan berdampak langsung pada sekitar 600 hektare area sawah yang berpusat di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran.
Hingga September 2026, pasokan air irigasi ke wilayah tersebut terpantau sangat terbatas, sehingga intervensi dari pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan demi menjaga produksi gabah.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa langkah antisipasi terkait ketersediaan air sebenarnya telah direncanakan dan ditekankan sejak lama. Pengoperasian pompanisasi ini merupakan realisasi dari instruksi demi menjaga ketahanan pangan nasional.
"Sejak awal tahun, saya sudah mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga ketersediaan air bagi kawasan persawahan. Instruksi ini menjadi dasar percepatan penanganan kekeringan yang kini dilakukan di Bekasi," tegas Dody.
Proses pompanisasi ini difokuskan untuk menarik debit air yang masih tersedia di sistem aliran sungai terdekat dan mengarahkannya langsung ke area persawahan yang paling kritis. Selain mengandalkan tiga pompa utama, penanganan ini turut dibantu dengan armada tambahan.
Seorang perwakilan BBWS menjelaskan pentingnya pengerahan infrastruktur tambahan ini dalam merespons krisis tata air pertanian di lapangan.
"Langkah ini diperkuat dengan pengerahan dua unit pompa bergerak (mobile pump) tambahan yang masing-masing berkapasitas 80 liter per detik (lps). Bantuan ini sangat krusial di masa kritis," jelas perwakilan BBWS Citarum.
Lebih lanjut, ia memaparkan target dari strategi teknis pemompaan tersebut.
"Bantuan pompa bergerak ini bertujuan murni untuk mempercepat proses pengaliran dan pengambilan air dari Sungai Citarum agar dapat segera membasahi area persawahan yang terdampak kekeringan ekstrem," paparnya menambahkan.
Untuk memastikan seluruh kawasan pertanian maupun permukiman terdampak tertangani dengan baik, Kementerian PU dan BBWS Citarum akan terus memantau kondisi aktual di lapangan.
Koordinasi intensif juga senantiasa dilakukan bersama pemerintah daerah serta jajaran pengelola sumber daya air setempat.
Pemerintah turut membuka ruang bagi masyarakat petani untuk proaktif melaporkan kondisi di desa mereka apabila mulai mengalami kendala pasokan sumber air.
"Masyarakat dapat memanfaatkan layanan posko untuk menyampaikan laporan terkait kekeringan, kebutuhan air bersih darurat, maupun permasalahan infrastruktur sumber daya air lainnya di wilayah kerja kami," pungkas pihak BBWS Citarum.
Sebagai bentuk tanggap darurat, warga Bekasi dan sekitarnya dapat langsung menghubungi Hotline Layanan Kekeringan BBWS Citarum melalui nomor 0821-2117-5600 atau Posko Bencana Kekeringan di nomor 0852-1800-5600. Kolaborasi komprehensif ini diharapkan dapat menekan angka kerugian petani serta menjaga stabilitas harga beras jelang akhir tahun.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.

