Transportasi

Jutaan Penumpang KAI Serbu Geopark UNESCO Sukabumi-Banyuwangi

Kunjungan ke Geopark UNESCO meroket! PT KAI mencatat lebih dari 2,5 juta aktivitas penumpang memadati stasiun Sukabumi, Kebumen, hingga Banyuwangi sepanjang 2026.

Jutaan Penumpang KAI Serbu Geopark UNESCO Sukabumi-Banyuwangi
Foto: Eksplorasi Keajaiban Geopark UNESCO Meroket, Jutaan Penumpang Kereta Api Padati Stasiun Sukabumi Hingga Banyuwangi. (Sumber : Dok Humas KAI)

JAKARTA - Kekayaan bentang alam Indonesia yang terbentuk selama jutaan tahun kini semakin diakui dunia internasional. Beberapa kawasan eksotis tersebut resmi masuk dalam jaringan bergengsi UNESCO Global Geoparks. 

Destinasi wisata ini sukses memadukan keindahan geologi purba, keanekaragaman hayati, edukasi, serta kelestarian budaya masyarakat lokal setempat yang sangat memesona dan memikat hati pelancong.

Menariknya, kawasan geopark andalan seperti Ciletuh, Kebumen, dan Ijen kini sangat mudah dijangkau menggunakan transportasi kereta api. 

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menanggapi tren positif ini. 

"Indonesia memiliki banyak kawasan dengan cerita alam yang luar biasa," ungkap Anne terkait tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api untuk perjalanan wisata, Minggu (11/10/2026).

Tingginya antusiasme masyarakat ini terbukti dari data resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang baru dirilis. 

Sepanjang periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 2.553.523 aktivitas naik dan turun penumpang. 

Angka fantastis ini terakumulasi khusus di tiga stasiun keberangkatan utama, yakni Stasiun Sukabumi, Stasiun Kebumen, serta Stasiun Banyuwangi Kota.

Pencapaian mobilitas penumpang kereta api di ketiga wilayah tersebut ternyata mengalami pertumbuhan yang sangat menggembirakan. 

"Jumlah tersebut meningkat 6,61 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025," ungkap Anne. 

Artinya, terdapat penambahan signifikan sebanyak 158.408 aktivitas pelanggan setia yang memanfaatkan moda transportasi darat ini untuk berbagai keperluan perjalanannya.

Aktivitas penumpang terbesar dari ketiga wilayah tersebut ternyata disumbang oleh Stasiun Sukabumi di Jawa Barat. 

Stasiun legendaris ini sukses melayani 1.209.381 aktivitas pelanggan, yang menunjukkan kenaikan sebesar 6,11 persen. 

Sukabumi sendiri merupakan gerbang utama menuju keindahan Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark yang telah diakui dunia sejak tahun 2018 berkat pesona menawannya.

Sementara itu, Stasiun Kebumen di Jawa Tengah justru mencatat lonjakan aktivitas penumpang paling tajam di kelasnya. Dengan total 558.571 aktivitas, stasiun ini mengalami kenaikan fantastis mencapai 9,10 persen. 

"Kawasan Kebumen juga memiliki gua, sungai bawah tanah, pesisir selatan, hingga aktivitas masyarakat yang menjadi bagian lanskap geopark," jelas Anne.

Bergeser ke ujung timur Pulau Jawa, Stasiun Banyuwangi Kota juga membukukan prestasi yang tidak kalah mentereng. 

Stasiun andalan wisata ini mencatat 785.571 aktivitas penumpang selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Angka mobilitas tersebut sukses meningkat 5,68 persen, sejalan dengan daya tarik Ijen UNESCO Global Geopark yang diresmikan pada 2023 lalu.

Perjalanan kereta api menuju wilayah eksotis tersebut memberikan pengalaman visual yang sangat tak terlupakan.

 "Perjalanan menuju Sukabumi, Kebumen, atau Banyuwangi dapat menjadi awal untuk mengenal bentang pegunungan, pantai, bebatuan purba, kawasan vulkanik, hingga budaya masyarakat," jelas Anne.

Lonjakan mobilitas kereta api ini beriringan dengan tren pariwisata nasional yang sedang naik daun. 

Data Badan Pusat Statistik mencatat 104,30 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026. 

"Menikmati Indonesia dapat dimulai sejak perjalanan menuju daerah tujuan," tutur Anne.

Meskipun data stasiun mencakup seluruh kebutuhan pelanggan dan bukan hanya murni pengunjung wisata, mobilitas ini menjadi indikator positif. 

"Sukabumi, Kebumen, dan Banyuwangi memiliki karakter yang sangat berbeda, tetapi ketiganya mengajak kita melihat bagaimana alam, sejarah bumi, budaya, dan kehidupan masyarakat bertemu dalam satu perjalanan," pungkas Anne.

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.