Transportasi

Dirut KAI Bobby Rasyidin Minta Insan KAI Tetap Solid dan Berintegritas di Tengah Sorotan Pemberitaan

Dirut KAI Bobby Rasyidin serukan insan KAI tetap tenang, jujur, dan berintegritas di tengah dinamika pemberitaan pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Dirut KAI Bobby Rasyidin Minta Insan KAI Tetap Solid dan Berintegritas di Tengah Sorotan Pemberitaan
Foto: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin. (Sumber : Istimewa).

JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan pesan terbuka bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. 

Melalui pesan bertajuk "Bersama Menjaga Amanah Bersama Membangun KAI", Bobby meminta seluruh insan KAI tetap tenang, tidak kehilangan semangat, dan terus menjaga profesionalisme di tengah berbagai dinamika serta isu pemberitaan yang berkembang.

Bobby mengimbau seluruh jajaran untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana evaluasi dan pembenahan bersama secara terbuka tanpa mengabaikan kualitas pelayanan.

"Di tengah situasi dan berbagai pemberitaan yang sedang kita hadapi, jangan sampai kita kehilangan semangat. Kita hadapi bersama, kita evaluasi dan perbaiki bersama. Yang terpenting, tetap bekerja dengan tenang, jujur, amanah, profesional, dan bertanggung jawab," tegas Bobby Rasyidin dalam pesannya yang dikutip oleh semualini.com, Kamis (1/10/2026).

Lebih lanjut, pimpinan tertinggi BUMN transportasi perkeretaapian ini memberikan jaminan bahwa manajemen KAI siap pasang badan dan memberikan dukungan penuh kepada seluruh pegawai yang bekerja sesuai aturan, transparan, dan berdedikasi tinggi.

"Manajemen akan berdiri bersama setiap insan KAI yang bekerja dengan benar, berintegritas, dan sesuai dengan ketentuan. Jalankan tugas sebaik-baiknya, jangan takut untuk bekerja benar, dan jangan ragu untuk terus melakukan perbaikan," ujarnya.

Seiring dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bobby mengajak seluruh jajaran internal KAI untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai kompas moral dan pedoman utama dalam membuat keputusan operasional maupun manajerial.

"Mari kita maknai Pancasila bukan hanya sebagai nilai yang kita ucapkan, tetapi sebagai pedoman dalam mengambil keputusan: menjunjung kejujuran, gotong royong, keadilan, tanggung jawab, dan kepentingan bangsa. Kita jaga amanah ini bersama, kita perbaiki bersama, kita bangkit dan terus melayani Indonesia," pungkasnya.

Komentar

Komentar ditinjau dulu sebelum tampil. Mohon gunakan bahasa yang sopan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.