Lirik Potensi BRBIH Pancoran Mas, DKP3 Depok Dorong Wahana Edukasi dan Ekonomi Perikanan Terpadu
DKP3 Depok dan Cing Ikah tinjau BRBIH KKP Pancoran Mas. Lahan 12,5 hektare ini siap didorong menjadi pusat edukasi dan ekonomi perikanan terpadu warga Depok.

Ringkasan Berita:
- DKP3 Kota Depok mendorong Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) di Pancoran Mas untuk dimanfaatkan secara luas sebagai pusat edukasi, rekreasi, dan riset perikanan bagi masyarakat.
- Dalam kunjungannya, DKP3 dan Cing Ikah meninjau langsung kelompok pengelola sampah organik untuk pakan maggot, budidaya lele berkapasitas tinggi, sentra aquascape, hingga pembenihan arwana.
- Pemkot Depok berencana menjalin kolaborasi lintas sektoral untuk memaksimalkan potensi lahan 12,5 hektare tersebut guna menggerakkan roda ekonomi warga lokal di sektor perikanan.
DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) tengah melirik potensi besar yang dimiliki oleh Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kelurahan Pancoran Mas.
Kawasan ini dinilai sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi wahana edukasi sekaligus penggerak roda ekonomi masyarakat di sektor perikanan.
Kepala DKP3 Kota Depok, Dadan Rustandi, mengungkapkan hal tersebut saat mendampingi Istri Wali Kota Depok sekaligus Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah (akrab disapa Cing Ikah), dalam kunjungan ke BRBIH yang menjadi bagian dari rangkaian program "Ngider".
"BRBIH memiliki potensi yang cukup besar. Ada riset, teknologi budidaya, berbagai klaster perikanan, dan juga potensi edukasi yang bisa diperkenalkan kepada masyarakat," ujar Dadan di sela-sela kunjungannya, Rabu (30/09/2026).
Dadan menjelaskan, balai yang telah berdiri sejak tahun 1957 dengan lahan seluas 12,5 hektare tersebut sangat ideal untuk dialihfungsikan secara lebih luas sebagai ruang pembelajaran publik.
Ke depannya, masyarakat diharapkan dapat belajar langsung mengenai seluk-beluk budidaya ikan hias dan ragam komoditas perikanan lainnya.
“Kita berharap keberadaan tempat ini bisa memberikan manfaat lebih luas bagi warga Depok, bukan hanya dari sisi riset, tetapi juga sebagai wahana edukasi dan rekreasi yang mengenalkan potensi perikanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Pemberdayaan Warga hingga Peninjauan Klaster Budidaya
Dalam kunjungan inovatif tersebut, Dadan bersama Cing Ikah juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan kelompok ibu-ibu pengelola sampah organik dari RW 01 dan RW 02, Kelurahan Pancoran Mas.
Kelompok swadaya masyarakat ini diketahui rutin memasok bahan pakan organik untuk mendukung operasional budidaya maggot (Loca Feed) di kawasan balai tersebut.
Tidak hanya itu, rombongan juga meninjau sejumlah klaster unggulan yang ada di kawasan BRBIH.
Beberapa di antaranya adalah klaster budidaya ikan lele yang memiliki kapasitas padat tebar hingga 9.000 ekor per kolam, klaster aquatic plant yang memproduksi karya seni aquascape bernilai ekonomi tinggi, serta klaster pembenihan ikan arwana yang memiliki indukan produktif berusia hingga 25 tahun.
Beragam fasilitas unggulan ini membuktikan bahwa sektor perikanan di Kota Depok memiliki dimensi yang luas—tidak hanya sekadar fokus pada angka produksi, melainkan mampu merambah pada pariwisata edukasi industri kreatif (aquascape).
Mengakhiri kunjungannya, Dadan memastikan bahwa DKP3 Kota Depok akan segera memetakan peluang tindak lanjut pasca-kunjungan.
Melalui kolaborasi lintas sektoral, pihaknya siap mengambil peran strategis sesuai dengan tugas dan kewenangan dinas.
“Harapannya, potensi yang ada di BRBIH ini bisa semakin dikenal masyarakat. Kami dari DKP3 siap melihat ruang kolaborasi yang bisa dilakukan, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat, baik sebagai sarana edukasi maupun untuk membuka peluang ekonomi di bidang perikanan," pungkasnya.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



