Iklan
Iklan
Politik

Golkar Depok Menuju 2029: Setelah Naik Kursi, Kini Diuji Kasus Fahd Arafiq

Golkar Depok meraih 7 kursi pada Pemilu 2024. Kasus Fahd Arafiq kini menjadi dinamika baru menjelang pertarungan politik 2029.

Golkar Depok Menuju 2029: Setelah Naik Kursi, Kini Diuji Kasus Fahd Arafiq
Foto: Fadh A Rafiq (Dok. Kabar Golkar)

Karena itu, terlalu dini menyimpulkan bahwa Golkar Depok pasti akan kembali kehilangan kursi atau sebaliknya mampu mempertahankan bahkan menambah perolehan kursinya pada Pemilu 2029.

Yang dapat diamati mulai sekarang adalah bagaimana partai tersebut merespons situasi.

Ada beberapa faktor yang akan menjadi perhatian. Pertama, konsolidasi kepemimpinan DPD Golkar Depok. Kedua, regenerasi kader. Ketiga, kemampuan partai membangun figur baru yang memiliki basis suara sendiri. Keempat, hubungan antara struktur partai dengan para anggota legislatif. Kelima, kemampuan menjaga kepercayaan publik ketika salah satu tokoh yang memiliki hubungan politik dengan jaringan partai menghadapi perkara hukum.

Faktor lain adalah bagaimana Golkar mengelola komunikasi publik.

Kasus hukum yang sedang berjalan akan terus menjadi perhatian media. Jika proses hukum berkembang, pemberitaan mengenai Fahd Arafiq juga berpotensi kembali muncul. Dalam konteks politik, tantangan partai adalah memastikan persoalan individu tidak secara otomatis dipersepsikan sebagai gambaran keseluruhan organisasi.

Sebaliknya, partai juga perlu menunjukkan bahwa keberhasilan politik tidak hanya bertumpu pada satu atau dua figur.

Pemilu 2029 masih memiliki jarak waktu yang cukup panjang. Dalam rentang tersebut, Golkar Depok memiliki kesempatan untuk memperkuat struktur organisasi, menyiapkan kader, membangun basis di tingkat kecamatan dan kelurahan, serta mengevaluasi hasil Pemilu 2024.