Golkar Depok Menuju 2029: Setelah Naik Kursi, Kini Diuji Kasus Fahd Arafiq
Golkar Depok meraih 7 kursi pada Pemilu 2024. Kasus Fahd Arafiq kini menjadi dinamika baru menjelang pertarungan politik 2029.

Target 11 kursi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri.
Golkar harus mempertahankan tujuh kursi yang sudah diraih sekaligus mencari tambahan empat kursi jika target tersebut hendak diwujudkan. Artinya, partai membutuhkan kerja organisasi yang panjang, bukan hanya mengandalkan popularitas tokoh tertentu.
Kondisi ini juga membuka ruang evaluasi mengenai seberapa besar keberhasilan Pemilu 2024 merupakan hasil kerja kelembagaan partai dan seberapa besar dipengaruhi figur-figur dengan basis suara tertentu.
Pertanyaan tersebut relevan karena Pemilu 2024 menunjukkan adanya tokoh-tokoh Golkar yang memperoleh suara signifikan. Di tingkat Jawa Barat, Farabi Arafiq memperoleh suara tinggi di Dapil Jabar VIII dan menjadi salah satu dari dua kader Golkar yang mendapatkan kursi.
Dengan demikian, Golkar Depok memiliki sejumlah modal politik yang tetap dapat dihitung secara objektif: tujuh kursi DPRD Kota Depok, dua kursi DPRD Jawa Barat dari Dapil Jabar VIII, serta keterwakilan di DPR RI melalui Ranny Fahd Arafiq.
Namun, modal elektoral tidak otomatis menjamin hasil yang sama pada 2029.
Peta politik dapat berubah. Kandidat dapat berganti. Preferensi pemilih dapat bergerak. Kompetisi internal juga dapat memengaruhi pembagian suara. Selain itu, isu hukum yang melibatkan figur tertentu dapat menjadi bagian dari perhatian publik dan pemberitaan politik, meskipun dampaknya terhadap pilihan pemilih pada 2029 belum dapat diketahui sekarang.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




