4 Juta Petani di Balik Besarnya Industri Sawit Indonesia
Empat juta rumah tangga petani menjadi kekuatan besar industri sawit Indonesia, bersama UMKM yang menggerakkan ekonomi dari hulu hingga hilir.

Selain produsen, terdapat pula UMKM yang menyediakan jasa untuk mendukung aktivitas industri sawit.
Mereka bergerak dalam transportasi tandan buah segar (TBS) dan produk sawit, perbengkelan, rental, jasa keuangan, penyedia makanan dan minuman, tenaga kerja, land clearing, jasa tumbang untuk replanting, hingga konsultan, pelatihan dan sertifikasi.
Dengan luasnya keterlibatan tersebut, UMKM dinilai menjadi aktor terbesar jika dilihat dari jumlah unit usaha yang terlibat dalam industri sawit nasional.
Peluang Petani Tak Berhenti di TBS
Besarnya keterlibatan UMKM juga membuka peluang agar petani mendapatkan nilai tambah lebih besar dari perkebunan sawit.
Salah satu contohnya adalah pemanfaatan lidi sawit. Pelepah yang sebelumnya kerap dipandang sebagai limbah dapat dikumpulkan dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang dilakukan BPDP bersama ASPEKPIR, petani dan pelaku UMKM di Riau, Sumatera Utara dan Aceh berhasil memproduksi serta mengekspor lidi sawit ke Tiongkok pada Juni 2026.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




