Airlangga Bahas Daya Saing Ekspor di Tengah Pelemahan Rupiah
Airlangga Hartarto menilai pelemahan rupiah dapat menambah daya saing ekspor. BI mencatat JISDOR Rp18.139 per dolar AS pada 27 Oktober 2026.

JAKARTA, Semualini.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar ekspor.
Pernyataan itu disampaikan ketika nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan pada akhir Oktober 2026. Di sisi lain, pemerintah menyatakan masih memantau perkembangannya, sementara Bank Indonesia memiliki data kurs acuan dan instrumen kebijakan untuk mendukung stabilitas nilai tukar.
Airlangga menyampaikan pandangannya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Ia menilai pelemahan mata uang tidak hanya memiliki dampak negatif, terutama bagi produk yang dijual ke pasar internasional.
“Kalau buat ekspor kan menambah daya saing,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Kurs Rupiah Menembus Rp18.000 per Dolar AS
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan rupiah berada di level Rp18.139 per dolar AS pada 27 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, kurs acuan tersebut tercatat Rp18.116 per dolar AS.
Pergerakan itu menunjukkan rupiah melemah terhadap dolar AS dalam periode tersebut. Namun, angka JISDOR merupakan kurs acuan yang berbeda dari kuotasi transaksi di pasar valuta asing yang dapat berubah sepanjang hari.
Perbedaan jenis data ini penting ketika membaca perkembangan nilai tukar. Angka kurs acuan harian tidak selalu sama dengan angka yang dilaporkan berdasarkan perdagangan pada jam tertentu.
Secara umum, pelemahan rupiah dapat membuat harga produk Indonesia terlihat lebih kompetitif bagi pembeli yang membayar menggunakan mata uang asing.
Kondisi ini dapat menjadi peluang bagi eksportir yang menerima pendapatan dalam dolar AS, tetapi mengeluarkan sebagian biaya produksinya dalam rupiah.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak otomatis dirasakan seluruh pelaku usaha. Dampaknya bergantung pada struktur biaya, kebutuhan bahan baku impor, serta transaksi perusahaan dalam mata uang asing.
Karena itu, pelemahan rupiah tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa volume ekspor atau penerimaan eksportir akan meningkat.
Pernyataan Airlangga berfokus pada potensi daya saing produk Indonesia. Pernyataan tersebut bukan laporan bahwa kenaikan ekspor telah terjadi akibat pergerakan rupiah pada akhir Oktober.
Airlangga juga menyatakan pemerintah akan memantau perkembangan nilai tukar. Sehari setelah menyampaikan pandangan mengenai daya saing ekspor, ia kembali menyinggung pemantauan terhadap rupiah.
“Iya nanti kita monitor, itu kan [tugasnya] BI [Bank Indonesia],” kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Pernyataan tersebut menempatkan perkembangan nilai tukar sebagai hal yang masih diamati pemerintah. Adapun kebijakan moneter dan langkah untuk menjaga stabilitas rupiah berada dalam lingkup tugas Bank Indonesia.
Bank Indonesia mencatat JISDOR sebagai referensi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain data kurs, bank sentral juga mengumumkan instrumen operasional di pasar valuta asing, termasuk transaksi swap lindung nilai.
Pada 27 Oktober 2026, BI menerbitkan pengumuman penawaran transaksi swap jual lindung nilai dalam dolar AS terhadap rupiah. Pengumuman tersebut merupakan informasi operasional bank sentral dan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah telah berakhir.
Perkembangan kurs berikutnya tetap perlu dibaca berdasarkan data resmi dan kondisi pasar. Bagi eksportir, pelemahan rupiah dapat membuka peluang dari sisi harga, tetapi dampak akhirnya terhadap kinerja usaha bergantung pada biaya produksi, permintaan dari negara tujuan, dan kemampuan perusahaan memenuhi pesanan.
Dengan demikian, pernyataan Airlangga menggambarkan salah satu potensi dampak pelemahan rupiah, bukan jaminan bahwa seluruh sektor ekspor akan memperoleh keuntungan.
Pergerakan kurs dan data perdagangan selanjutnya diperlukan untuk menilai bagaimana peluang tersebut terealisasi.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



