Iklan
Iklan
Nasional

Selain Komodo! Menpar Widiyanti Incar 3 Destinasi Baru di Labuan Bajo

Menpar Widiyanti Putri dorong pengembangan DTW baru di Labuan Bajo selain Taman Nasional Komodo. Fokus juga pada penguatan keselamatan wisata bahari dan pelatihan pelaku.

Selain Komodo! Menpar Widiyanti Incar 3 Destinasi Baru di Labuan Bajo
Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri saat menggelar pertemuan dengan ekosistem dan pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo, membahas pemulihan pariwisata pascagempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Flores, dan pembahasan isu kepariwisataan di Labuan Bajo, Jumat (28/8/2026).

JAKARTA - Tak hanya bicara pemulihan, Menpar Widiyanti Putri juga membahas masa depan pariwisata Labuan Bajo jangka panjang.

Dalam pertemuan dengan pelaku industri, Menpar menekankan pentingnya menambah Daya Tarik Wisata atau DTW di luar Taman Nasional Komodo.

“Labuan Bajo memiliki potensi yang sangat besar, baik di laut maupun di darat. Ke depan, kita perlu terus memperkuat produk dan pengalaman wisata sehingga pergerakan wisatawan semakin tersebar," kata Menpar Widiyanti.

Beberapa lokasi yang disorot yaitu, Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko. Tujuannya memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperluas dampak ekonomi ke masyarakat.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi setuju dengan pernyataan menpar.. 

“Kunjungan wisatawan relatif sama dibandingkan sebelum gempa. Pemerintah daerah terus memastikan informasi kepada masyarakat dan wisatawan tersampaikan dengan baik," kata Edistasius.

Fokus Penguatan Keselamatan Wisata Bahari

Isu lain yang dibahas adalah keselamatan. Menpar Widiyanti minta penguatan kompetensi SDM pariwisata, terutama nakhoda, awak kapal, dan pemandu.Sepanjang 2026, Kemenpar sudah menjalankan program SATRIA untuk sertifikasi pemandu dan Pelatihan Berbasis Kompetensi atau PBK untuk wisata tirta, gunung, dan snorkeling.

“Pariwisata yang berkualitas selalu dimulai dari hal yang paling mendasar, yaitu keselamatan masyarakat dan wisatawan. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku, SOP, kepatuhan di lapangan, serta koordinasi antar-pemangku kepentingan harus terus kita tingkatkan," pungkas Menpar Widiyanti.

Ia menegaskan semua masukan akan ditindaklanjuti untuk membuat Labuan Bajo "pulih, tangguh, dan semakin siap menghadapi risiko".