Prabowo: Tidak Boleh Ada Anak Indonesia Berangkat Sekolah Kelaparan
Dalam pidato di hadapan keluarga besar Gontor, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kekurangan gizi maupun berangkat sekolah dalam keadaan lapar. Ia juga menekankan pentingnya menghapus kemiskinan dari Indonesia.

PONOROGO – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pengentasan kemiskinan dan perbaikan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan di hadapan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dalam suasana yang hangat dan penuh interaksi dengan para santri, Prabowo beberapa kali mendapat respons spontan dari peserta yang hadir. Bahkan sebelum menyelesaikan kalimatnya, para santri sudah dapat menebak maksud yang hendak ia sampaikan.
Momen itu sempat membuat Prabowo tersenyum dan memuji para santri Gontor yang menurutnya memiliki kecerdasan serta kepekaan tinggi dalam memahami arah pembicaraan.
"Santri-santriwati Gontor ini luar biasa. Sebelum saya bicara dia sudah tahu apa yang saya mau ngomong," ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Di tengah pidatonya, Prabowo kemudian mengarahkan perhatian pada salah satu persoalan yang menurutnya masih menjadi pekerjaan besar bangsa Indonesia, yakni masalah gizi dan kemiskinan.
Ia menegaskan bahwa anak-anak Indonesia tidak boleh mengalami kekurangan gizi karena kondisi tersebut akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.
Menurutnya, pendidikan yang baik harus didukung oleh kondisi kesehatan yang baik pula. Karena itu, persoalan gizi tidak bisa dipisahkan dari upaya menciptakan generasi unggul.
"Saya ingin anak-anak Indonesia tidak boleh ada yang kurang gizi. Tidak boleh berangkat sekolah kelaparan," kata Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling menonjol dalam pidatonya karena secara langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Prabowo menilai negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan belajar dengan baik.
Ia juga menegaskan bahwa mandat yang diterimanya dari rakyat harus digunakan untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat luas.
Menurut Prabowo, Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, tanah yang subur, serta kekayaan yang besar. Karena itu, ia menilai tidak seharusnya masih ada warga yang mengalami kelaparan.
"Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia," tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa kondisi Indonesia yang kaya akan sumber daya harus mampu diterjemahkan menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
Dalam pandangannya, kekayaan alam tidak boleh hanya menjadi angka statistik, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
"Indonesia yang subur, Indonesia yang begitu banyak kekayaannya, tidak boleh ada orang yang lapar di bumi Indonesia," lanjutnya.
Prabowo mengakui bahwa menghapus kemiskinan bukan pekerjaan yang mudah. Namun ia menyatakan siap memperjuangkannya secara serius sebagai bagian dari tanggung jawab yang diembannya.
Karena itu, ia menegaskan tekadnya untuk bekerja keras dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Saya ingin berjuang sekeras-kerasnya untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia," katanya.
Selain berbicara mengenai kesejahteraan, Prabowo juga mengaitkan pembangunan bangsa dengan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang sehat, kuat, dan berpengetahuan luas agar mampu bersaing di tingkat global.
Ia menilai pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, persoalan gizi, kesehatan, dan pendidikan harus berjalan beriringan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap sistem pendidikan yang diterapkan Gontor. Menurutnya, lingkungan pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.
Ia melihat nilai-nilai yang diajarkan di Gontor mampu melahirkan individu yang mandiri, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.
Pidato tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap persoalan sosial masih menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan Presiden di hadapan para santri.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan dinamika pembangunan nasional, Prabowo menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat tetap harus menjadi tujuan utama.
Bagi Prabowo, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan tidak ada anak yang kelaparan, tidak ada masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, dan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan untuk berkembang karena persoalan gizi.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan mengenai pentingnya pembangunan yang berorientasi pada manusia, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, Prabowo meyakini Indonesia dapat membangun fondasi yang lebih kuat menuju masa depan yang lebih sejahtera.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




