Prabowo: Tidak Boleh Ada Anak Indonesia Berangkat Sekolah Kelaparan
Dalam pidato di hadapan keluarga besar Gontor, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kekurangan gizi maupun berangkat sekolah dalam keadaan lapar. Ia juga menekankan pentingnya menghapus kemiskinan dari Indonesia.

Ia menilai pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, persoalan gizi, kesehatan, dan pendidikan harus berjalan beriringan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap sistem pendidikan yang diterapkan Gontor. Menurutnya, lingkungan pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.
Ia melihat nilai-nilai yang diajarkan di Gontor mampu melahirkan individu yang mandiri, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.
Pidato tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap persoalan sosial masih menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan Presiden di hadapan para santri.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan dinamika pembangunan nasional, Prabowo menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat tetap harus menjadi tujuan utama.
Bagi Prabowo, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan tidak ada anak yang kelaparan, tidak ada masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, dan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan untuk berkembang karena persoalan gizi.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.




