Iklan
Iklan
Nasional

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Perlukah Harga Pertamax Mengikuti Pasar?

Ekonom Unpad menilai harga Pertamax mengikuti pasar lebih minim berdampak pada inflasi, sementara pemerintah menjaga harga BBM subsidi hingga akhir 2026.

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Perlukah Harga Pertamax Mengikuti Pasar?
Foto: Ilustrasi. Harga Pertamax Mengikuti Pasar (Sumber: Pertamina Patra Niaga)

Karena itu, menurut dia, perubahan kebijakan harga perlu disertai pengawasan serta pengendalian konsumsi BBM bersubsidi agar tidak terjadi perpindahan penggunaan dalam skala besar.

"Jadi catatan besarnya adalah harus ada pembatasan atau pengendalian yang ketat supaya tidak pindah besar-besaran," jelas Yayan.

Selain persoalan harga, Yayan mendorong perubahan mekanisme subsidi energi. Ia mengusulkan agar subsidi secara bertahap diarahkan dari subsidi berbasis komoditas atau harga menjadi bantuan yang diberikan langsung kepada kelompok penerima manfaat.

Skema subsidi langsung dinilai dapat membuat bantuan lebih terarah karena penerima ditentukan berdasarkan data dan kriteria tertentu. Yayan menyebut sekitar 22% subsidi BBM, atau sekitar Rp46 triliun, dinikmati kelompok desil 9 dan 10 berdasarkan data yang digunakannya.

Ia juga menilai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM senilai Rp12,4 triliun untuk 20,65 juta keluarga penerima manfaat dapat menjadi bagian dari proses transisi. Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp150.000 per bulan selama empat bulan.

Yayan memperkirakan penajaman sasaran subsidi pada bensin, LPG, dan listrik dapat membuka ruang fiskal hingga Rp65,9 triliun per tahun. Menurut dia, ruang tersebut dapat digunakan untuk memperbesar nilai maupun memperpanjang durasi bantuan langsung kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

"Penajaman sasaran subsidi untuk sektor bensin, LPG, dan listrik berpotensi memulihkan anggaran negara hingga Rp65,9 triliun per tahun. Anggaran ini dapat dialokasikan untuk memperbesar nilai maupun durasi bantuan langsung secara permanen," jelas Yayan.

Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan sistem subsidi perlu dilakukan secara bertahap. Pemerintah perlu memastikan data penerima bantuan cukup akurat agar masyarakat yang seharusnya memperoleh perlindungan tidak justru kehilangan manfaat subsidi.

Yayan juga menyarankan adanya skema khusus bagi angkutan umum berpelat kuning. Insentif tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi kenaikan tarif transportasi dan biaya logistik apabila harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian.

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik

Sementara itu, pemerintah masih mempertahankan kebijakan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menyampaikan bahwa harga BBM subsidi dijaga untuk mempertahankan keterjangkauan masyarakat.