Iklan
Iklan
Nasional

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Nababan Tak Lagi di KSP

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di KSP.

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Nababan Tak Lagi di KSP
Foto: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memberikan pernyataan terkait komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. (Antara)

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menegaskan Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).

Penegasan tersebut disampaikan Dudung menyusul perhatian publik terhadap sejumlah pernyataan Ulta mengenai dugaan keterkaitan fenomena alam dengan pihak tertentu, termasuk High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).

Dudung menjelaskan, Ulta sebelumnya memang pernah menjadi bagian dari KSP sebagai Tenaga Ahli Utama. Namun, posisi tersebut kini sudah tidak lagi dijabat oleh yang bersangkutan.

"Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak. Dia sekarang salah satu deputi di Bakom," ujar Dudung di Jakarta, Kamis.

Dudung Sebut Fenomena Alam sebagai Dinamika Alam

Dalam kesempatan tersebut, Dudung turut memberikan pandangannya mengenai berbagai fenomena alam yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Menurut dia, fenomena alam merupakan bagian dari dinamika alam yang telah menjadi objek kajian para ahli. Perkembangannya juga terus dipantau berdasarkan keilmuan masing-masing.

"Kalau masalah bencana alam, kalau menurut saya itu dinamika alam lah ya, dan para ahli juga sudah mempelajari, kemudian melihat perkembangan saat ini," kata Dudung.

Dudung mengatakan dirinya meyakini berbagai kejadian alam tersebut merupakan bagian dari kehendak Tuhan dan proses alam yang memang berlangsung.

"Tentunya, saya punya keyakinan bahwa ini kan kehendak Yang Kuasa, artinya memang dinamika alam sudah seperti ini," ujarnya.

Dudung Bantah Ada Keterlibatan Pihak Luar

Dudung juga menegaskan tidak ada indikasi yang menurutnya dapat mengaitkan rangkaian fenomena alam tersebut dengan kepentingan pihak luar.

Pernyataan itu disampaikan untuk merespons spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait fenomena alam dan dugaan keterlibatan pihak tertentu.

"Menurut saya, tidak dikaitkan dengan apalagi kepentingan dengan pihak luar dan sebagainya," ujar Dudung.

Dia menekankan bahwa pandangan tersebut disampaikannya berdasarkan pemahamannya terhadap fenomena alam dan perkembangan kajian para ahli.

Pernyataan Ulta Tak Mewakili KSP

Dudung kemudian kembali menegaskan bahwa pernyataan Ulta mengenai isu tersebut tidak dapat dianggap sebagai sikap resmi KSP.

Pasalnya, Ulta saat ini sudah tidak lagi menjadi bagian dari jajaran Tenaga Ahli Utama di KSP. Dengan perubahan posisi tersebut, pernyataan yang disampaikannya tidak lagi mewakili institusi yang pernah menaunginya.

"Jadi, bukan anggota saya lagi itu," kata Dudung.

Penjelasan Dudung sekaligus memperjelas posisi kelembagaan Ulta di tengah sorotan publik. KSP menegaskan bahwa Ulta telah meninggalkan posisi sebelumnya sebagai Tenaga Ahli Utama.

Sementara itu, pembahasan mengenai fenomena alam tetap menjadi perhatian publik. Dudung mengimbau agar berbagai kejadian alam dilihat berdasarkan kajian dan penjelasan para ahli, bukan dikaitkan dengan dugaan tertentu tanpa dasar yang jelas.

✓ Anda sedang membaca versi lengkap (3 halaman digabung). Kembali ke tampilan per halaman