Capai 71 Juta Pengguna, BI Dorong Data QRIS Masuk Sistem Credit Scoring
Bank Indonesia berencana menjadikan data transaksi QRIS sebagai acuan credit scoring bagi UMKM. Jumlah pengguna kini mencapai 71 juta orang.

Pertumbuhan impresif ini tecermin dari penguatan sistem pembayaran cepat yang dinilai memberikan dampak efisiensi bagi perekonomian makro. Destry menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat infrastruktur tersebut.
"Kita sudah mempunyai fast payment di mana itu penghematannya secara ekonomi juga luar biasa. Jadi kami akan terus memperkuat di sistem pembayaran kita ini yang tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara memperlancar transaksi yang terjadi," tutur Destry.
Merespons rencana pemanfaatan rekam jejak transaksi digital sebagai tolok ukur kredit, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pentingnya mitigasi risiko teknis dan tata kelola data nasabah.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman, memberikan penegasan bahwa skema tersebut harus mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Penerapannya perlu pendalaman dengan tetap memperhatikan perlindungan data pribadi, validitas data, dan prinsip kehati-hatian," kata Agusman.
Sinergi antara regulator dan lembaga keuangan menjadi kunci agar integrasi data transaksi QRIS menjadi credit scoring dapat berjalan aman serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



