Transformasi MBG 2.0: BGN Perketat Pengawasan Dapur dan Efisiensi Anggaran
Badan Gizi Nasional meluncurkan Transformasi MBG 2.0 untuk merombak tata kelola, memperketat pengawasan dapur, dan mencatat efisiensi anggaran Rp44 triliun.

Capaian Efisiensi Anggaran 100 Hari Kerja
Transformasi tata kelola ini bertepatan dengan evaluasi 100 hari kerja kepemimpinan Sudaryono di BGN.
Berdasarkan penghitungan ulang kebutuhan riil lembaga, BGN berhasil melakukan efisiensi anggaran negara secara signifikan. Semula, alokasi anggaran awal tercatat sebesar Rp268 triliun dan disesuaikan menjadi Rp229 triliun.
“Jadi total yang kita efisiensi dari uang rakyat adalah dalam waktu 100 hari ini kami telah mengefisiensi uang rakyat totalnya adalah Rp44 triliun,” kata Sudaryono. Selisih anggaran tersebut langsung dikembalikan ke kas negara.
BGN juga melakukan penertiban terhadap saldo rekening virtual (virtual account) dapur yang belum beroperasi dengan nilai hampir Rp500 miliar, serta mengembalikan dana tambahan sebesar Rp160 miliar sebagai tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Meski melakukan perombakan dan penertiban secara ketat—termasuk penutupan ribuan dapur yang tidak memenuhi ketentuan operasional—Sudaryono memastikan bahwa lembaganya tetap terbuka terhadap masukan konstruktif dari masyarakat.
“Apa pun ya dalam negara demokrasi ini orang boleh mengutarakan pendapatnya, orang boleh menuntut, orang boleh kemudian mengekspresikan harapan dan juga ini kami tidak anti kritik. Kami ndak ada masalah... Yang kedua, izinkan saya kerja dengan benar,” tutur Sudaryono.
© 2026 Semualini.com. Isi artikel ini dilindungi hak cipta. Menyalin atau mengutip wajib mencantumkan sumber dan tautan ke artikel ini.



